43 Hal Tentang Penyakit Asam Lambung, Apakah Kamu Kena?

Mon, 13 Jul 2020 · Oleh : Valerie Patkar
Asam Lambung: Tanda, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Asam lambung adalah produksi asam lambung yang terlalu berlebihan yang dapat merusak kondisi dan fungsi lambung.

Ada berbagai macam penyakit asam lambung, tetapi yang paling sering dirasakan kebanyakan orang adalah Maag dan GERD.

Maag adalah radang lambung berupa kerusakan dinding lambung akibat dari produksi asam lambung dan reaksi inflamasi yang berlebihan.

Sedangkan, Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah asam lambu­­ng naik ke kerongkongan (re-flux) disebabkan katup lambung tidak berfungsi optimal. 

Penderita GERD hampir pasti adalah penderita Maag, meskipun dari segi gejala GERD dan maag adalah hal yang berbeda.

5 Tanda Terkena Penyakit Asam Lambung

Asam lambung memiliki tanda-tanda, ini dia tanda-tanda bahwa ternyata kamu terkena penyakit asam lambung:

  1. Sering terasa begah, kembung dan bersendawa
  2. Sering nyeri di dada, ulu hati sampai ke perut
  3. Mual dan bisa sampai muntah
  4. Susah tidur, sampai kena insomnia
  5. Kotoran BAB biasanya berwarna lebih gelap

Untuk tau perbedaan tanda antara Maag dan GERD, bisa cek gambar di bawah:

Perbedaan Asam Lambung, Maag dan GERD

7 Penyebab Penyakit Asam Lambung

Ada beberapa penyebab yang bisa kamu temui, diantara lain:

1. Sering makan yang pedas, asam, atau berminyak

Merusak cairan pelindung lambung dan mengiritasi sel yang memproduksi cairan pelindung sehingga menurunkan produksi cairan pelindung dan memudahkan asam lambung merusak dinding lambung.

2. Sering konsumsi makanan atau minuman yang tinggi gula atau karbohidrat 

Membuat aktivitas bakteri berlebihan, produksi asam lambung tinggi, dan menurunkan kemampuan regenerasi sel.

3. Jadwal makan tidak teratur

Jam internal tubuh untuk produksi asam lambung jadi ikut berantakan. 

4. Sering minum kopi, teh, soda, atau alkohol 

Meningkatnya produksi asam lambung semakin banyak.

5. Sering begadang dan tidur tidak teratur 

Membuat kemampuan penyembuhan sel lambung menurun.

6. Jarang konsumsi sayur dan buah 

Membuat aktivitas bakteri dan sistem imun berantakan, serta menurunkan kemampuan regenerasi sel.

7. Terlalu sering stress 

Meningkatkan produksi asam lambung dan membuat reaksi peradangan berlebihan.

Baca juga: Gejala Penyakit Asam Lambung, Apa Saja Penyebabnya?

10 Gejala dari Ciri-Ciri Asam Lambung

Ada beberapa gejala dari ciri-ciri yang ditimbulkan, diantara lain:

  1. Sering merasa mual dan kembung, baik sebelum dan sesudah makan.
  2. Kalau makan dengan porsi yang tidak biasa, langsung begah dan mual.
  3. Nyeri ulu hati, terutama setelah masuk makanan.
  4. Sering sendawa sepanjang hari.
  5. Susah tidur karena perut terasa begah atau kembung.
  6. Kadang-kadang dada terasa panas dan sesak, terutama setelah makan.
  7. Lagi stress sedikit, langsung terasa pusing dan mual.
  8. Saat mual dan muntah, isi muntah lebih berwarna kuning dan lidah terasa asam atau pahit.
  9. Sering diare tapi diperiksa tidak ada infeksi apapun.
  10. Sering terasa lapar dan lemas meskipun sudah mencoba makan dengan porsi yang cukup.

Bagaimana Cara Mengatasi Penyakit Asam Lambung Dengan Alami?

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar bisa mengatasinya dengan cara alami agar bisa mengobati asam lambung, berikut ini adalah caranya:

1. Puasa secara teratur 

Puasa 1 hari setiap minggu supaya produksi asam lambung berkurang dan sel lambung punya waktu ber-regenerasi dan menyembuhkan diri (self healing).

2. Minum air mineral lebih banyak 

Hal ini berguna untuk melarutkan asam lambung yang tinggi.

3. Kurangi makanan/minuman yang meningkatkan produksi asam lambung

Contohnya kafein (teh, kopi, atau soda) dan makanan/minuman tinggi gula atau lemak jenuh.

4. Perbanyak minum jus sayur 

Rutin meminum jus sayur yang memiliki banyak nutrisi alami yang mudah diserap tubuh. 

4 Hal yang Akan Terjadi Kalau Penyakit Asam Lambung Dibiarkan

Penyakit ini memang tidak baik bisa dibiarkan begitu saja, karena akan berpengaruh pada:

  1. Asam lambung akan mudah naik ke kerongkongan jadi GERD atau ke kotak suara dan sekitarnya jadi Laryngopharyngeal Reflux (LPR).
  2. Kerusakan lambung akan semakin meluas dan ikut merusak usus.
  3. Terjadi gangguan pencernaan seperti konstipasi atau bahkan diare.
  4. Terjadi maladaptasi sel lambung menjadi sel tumor atau kanker.

Baca juga: 5 Penyebab Maag dan Cara Mengatasinya

5 Cara Diagnosis Penyakit Asam Lambung

Bila terkena penyakit ini, kamu bisa mengikuti beberapa cara untuk diagnosis penyakit asam lambung, seperti:

1. Foto Rontgen

Pemeriksaan pada saluran pencernaan bagian atas atau biasa disebut foto Rontgen OMD) dilakukan untuk melihat rongga saluran pencernaan atas dan lapisannya.

2. Elektrokardiogram (EKG)

Untuk mengecek adanya penyakit jantung koroner/serangan jantung yang menimbulkan gejala nyeri dada, seperti GERD

3. Gastroskopi

Menggunakan alat khusus seperti selang dengan kamera yang bisa mendeteksi radang di esofagus atau kerongkongan (esofagitis).

4. Manometri Esofagus

Untuk mengecek ritme pergerakan otot saat kita menelan agar kekuatan otot kerongkongan bisa diukur.

5. Pengukuran Tingkat Keasaman (pH) Kerongkongan

Untuk mengecek tingkat keasaman kerongkongan saat kita melakukan aktivitas biasa sehari-hari.

Baca juga: 8 Menu Makanan Yang Aman Untuk Penderita Asam Lambung

4 Alasan Kenapa Butuh Jus Sayur Untuk Mengatasi Penyakit Asam Lambung?

Jus sayur alami tanpa bahan pengawet atau kimia tambahan sangat diperlukan untuk menurunkan produksi asam lambung yang berlebihan dengan cara:

  1. Meningkatkan bakteri baik di dalam tubuh. Jus sayur adalah prebiotik, makanan supaya bakter baik (probiotik) bisa berkembang biak dalam lambung.
  2. Membantu mengurangi efek samping obat di lambung.
  3. Menurunkan aktivitas bakteri jahat yang berusaha merusak lapisan lambung.
  4. Membuat lambung lebih cepat sembuh. Vitamin dan mineral dalam bentuk cairan lebih mudah diserap oleh tubuh, sehingga meningkatkan self healing / regenerasi tubuh. 

Baca juga: Ini Anjuran Makanan Dan Pola Untuk Penderita Asam Lambung Yang Lengkap!

4 Manfaat Detox Untuk Mengatasi Penyakit Asam Lambung

Dengan memadukan puasa dan jus sayur, Detox Naked press adalah cara mudah untuk mengatasi penyakit ini.

Untuk mengatasi penyakit ini dengan jitu dan efektif, Tim Riset Naked Press telah memformulasikan paket Detox Maag.

Rutin Detox dengan Paket Detox Maag 1 hari setiap minggu sangat membantu mengurangi gejalanya dengan cara:

  1. Memberikan makanan ke bakteri baik dari nutrisi sayur buah yang lengkap
  2. Mempercepat penyembuhan lambung dengan vitamin, mineral, dan phytonutrisi
  3. Membuat bakteri jahat kelaparan puasa makanan padat seharian
  4. Membuat produksi asam lambung kembali seimbang

Detox aman untuk maag, GERD dan asam lambung

Hasil Setelah Rutin Detox 1 Hari Setiap Minggu

Peppie Erica berhasil sembuh dari Maag setelah rutin Detox Maag 1 hari setiap minggu

Peppie Erica berhasil sembuh dari Maag setelah rutin Detox Maag 1 hari setiap minggu

  1. Graves N. C. 2013. Acute Gastroenteritis. Primary Care: Clinics in Office Practice. DOI: 10.1016/j.pop.2013.05.006
  2. Sipponen P. And Maaroos H. 2015. Chronic Gastritis. Scandinavian Journal of Gastroenterology. DOI: 10.3109/00365521.2015.1019918
  3. Watari J. 2014. Helicobacter pylori Associated Chronic Gastritis, Clinical Syndromes, Precancerous Lesions, and Pathogenesis of Gastric Cancer Development. World Journal of Gastroenterology. DOI: 10.3748/wjg.v20.i18.5461
  4. Varbanova M., et. al. 2014. Chronic Gastritis - an Update. Best Practice and Research Clinical Gastroenterology. DOI: 10.1016/j.bpg.2014.10.005
  5. Watzl B. 2008. Anti-inflammatory effects of plant-based foods and of their constituents. International Journal for Vitamin and Nutrition Research. DOI: 10.1024/0300-9831.78.6.293
  6. Abourashed E. A. 2013. Bioavailability of Plant-Derived Antioxidants. Antioxidants. DOI: 10.3390/antiox2040309
  7. Schaefer B. A., et. al. 2012. Cancer and Related Case Studies Involving Salvestrol and CYP1B1. Journal of Orthomolecular Medicine, 27(3).
  8. Minalyan A., et. al. 2017. Autoimmune Atrophic Gastritis: Current Perspectives. Clinical and Experimental Gastroenterology. DOI: 10.2147/CEG.S109123
  9. Khodarahmi M. And Azadbakht L. 2016. Dietary Fat Intake and Functional Dyspepsia. Advanced Biomedical Research. DOI: 10.4103/2277-9175.180988
  10. Ruiz-Ojeda F. J., et. al. 2019. Effects of Sweeteners on the Gut Microbiota: a Review of Experimental Studies and Clinical Trials. Advance Nutrition. DOI: 10.1093/advances/nmy037
  11. Di Lorenzo C., et. al. 2016. Evaluation of the Anti-Inflammatory Activity of Raisins (Vitis vinifera L.) in Human Gastric Epithelial Cells: a Comparative Study. International Journal of Molecular Sciences. DOI: 10.3390/ijms17071156
  12. Surdea-Blaga T., et. al. 2017. Food and Gatroesophageal Reflux Disease. Current Medicinal Chemistry. DOI: 10.2174/0929867324666170515123807
  13. Fujiwara Y., et. al. 2005. Association Between Dinner-to-Bed Time and Gastro-Esophageal Reflux Disease. American Journal of Gastroenterology. DOI: 10.1111/j.1572-0241.2005.00354.x
  14. Graves N. C. 2013. Acute Gastroenteritis. Primary Care: Clinics in Office Practice. DOI: 10.1016/j.pop.2013.05.006
  15. Çela L., et. al. 2013. Lifestyle Characteristics and Gastroesophageal Reflux Disease: a Population-Based Study in Albania. Gastroenterology Research and Practice. DOI: 10.1155/2013/936792
  16. Mard S. E., et. al. 2014. Dietary Factors in Relation to Helicobacter pylori Infection. Gastroenterology Research and Practice. DOI: 10.1155/2014/826910
  17. Rastelli M., et. al. 2018. Gut Microbes and Health: a Focus on the Mechanisms Linking Microbes, Obesity, and Related Disorders. Obesity. DOI: 10.1002/oby.22175
  18. Henning S. M., et. al. 2016. Health Benefit of Vegetable/Fruit Juice-Based Diet: Role of Microbiome. Scientific Reports. DOI: 10.1038/s41598-017-02200-6
  19. Slavin J. L. And Lloyd B. 2012. Health Benefits of Fruits and Vegetables. Advance Nutrition. DOI: 10.3945/an.112.002154.
  20. Sipponen P. And Maaroos H. 2015. Chronic Gastritis. Scandinavian Journal of Gastroenterology. DOI: 10.3109/00365521.2015.1019918
  21. Wirth H. And Yang M. 2016. Different Pathophysiology of Gastritis in East and West? A Western Perspective. Inflammatory Intestinal Diseases. DOI: 10.1159/000446300
  22. Singh R. K., et. al. 2017. Influence of Diet on the Gut Microbiome and Implications for Human Health. Journal of Translational Medicine. DOI: 10.1186/s12967-017-1175-y
  23. Lim S., et. al. 2013. Irregular Meal Timing is Associated with Helicobacter pylori Infection and Gastritis. ISRN Nutrition. DOI: 10.5402/2013/714970
  24. Wang Y. 2014. Medicinal Plant Activity on Helicobacter pylori Related Disease. World Journal of Gastroenterology. DOI: 10.3748/wjg.v20.i30.10368
  25. Watari J. 2014. Helicobacter pylori Associated Chronic Gastritis, Clinical Syndromes, Precancerous Lesions, and Pathogenesis of Gastric Cancer Development. World Journal of Gastroenterology. DOI: 10.3748/wjg.v20.i18.5461
  26. Varbanova M., et. al. 2014. Chronic Gastritis - an Update. Best Practice and Research Clinical Gastroenterology. DOI: 10.1016/j.bpg.2014.10.005
  27. Clemens R., et. al. 2015. Squeezing Fact from Fiction about 100% Fruit Juice. Advance Nutrition. DOI: 10.3945/an.114.007328
  28. Valdes A. M., et. al. 2018. Role of the Gut Microbiota in Nutrition and Health. BMJ Clinical Research. DOI: 10.1136/bmj.k2179
WRITTEN BY
Content Writer yang sudah sudah menerbitkan 3 buku best-seller sejak 2018 dan selalu meneliti tentang pentingnya hidup sehat dan nutrisi untuk memberi manfaat ke masyarakat luas bersama Naked Press.
MORE ABOUT WRITER

Share:

Beli Sekarang

Detox Level Maag
Detox Level Maag Aman untuk Maag, GERD, Anxiety, & LPR Rp 320.000,-
- +