10 Gejala Penyakit Asam Lambung, Ada Yang Kamu Banget?

Tue, 19 May 2020 · Oleh : Valerie Patkar
gejala asam lambung

Tau gak sih? Ternyata penyakit asam lambung bisa terjadi pada siapa saja, termasuk mereka yang makannya teratur.

Hal ini biasanya terjadi karena jenis makanan yang dimakan biasanya tidak bernutrisi dan malah memicu asam lambung naik.

Penyakit asam lambung adalah kondisi terjadinya produksi asam lambung yang berlebihan sehingga merusak kondisi dan fungsi lambung.

Penyebab Asam Lambung

  1. Produksi asam lambung yang berlebihan karena konsumsi kafein, alkohol, gula, atau lemak berlebihan.
  2. Bakteri jahat yang merusak lapisan lambung.
  3. Efek samping obat yang merangsang produksi asam lambung meningkat.

Gejala Penyakit Asam Lambung

  1. Sering merasa mual dan kembung, baik sebelum dan sesudah makan.
  2. Kalau makan dengan porsi yang tidak biasa, langsung begah dan mual.
  3. Nyeri ulu hati, terutama setelah masuk makanan.
  4. Sering sendawa sepanjang hari.
  5. Susah tidur karena perut terasa begah atau kembung.
  6. Kadang-kadang dada terasa panas dan sesak, terutama setelah makan.
  7. Lagi stress sedikit, langsung terasa pusing dan mual.
  8. Saat mual dan muntah, isi muntah lebih berwarna kuning dan lidah terasa asam atau pahit.
  9. Sering diare tapi diperiksa tidak ada infeksi apapun.
  10. Sering terasa lapar dan lemas meskipun sudah mencoba makan dengan porsi yang cukup.

Baca juga: 5 Tanda Kamu Kena Penyakit Asam Lambung 

Penyakit Asam Lambung dan Usus Kotor, Ada Hubungannya Gak Sih?

Tentu ada, karena:

  1. Sama-sama terjadi karena ada kondisi ekosistem bakteri yang berantakan, terutama bakteri jahat yang lebih aktif.
  2. Di lambung, aktivitas bakteri jahat yang tinggi banget dapat dengan mudah merusak lapisan pelindung lambung jadi asam lambung dapat dengan mudah dan cepat merusak lambung.

Maksudnya, Usus Kotor Gimana?

Usus kotor itu adalah kondisi tertumpuknya toksin dan poop di usus akibat kondisi ekosistem bakteri pencernaan yang berantakan.

Istilah usus kotor itu sebenarnya tidak hanya terpusat di usus, tapi sebenarnya di seluruh organ pencernaan termasuk juga lambung karena ekosistem bakterinya berjalan dari kerongkongan, lambung, hingga usus besar.

Baca juga: 7 Cara Gampang Membersihkan Usus Kotor 

Jenis-Jenis Penyakit Asam Lambung yang Bisa Terjadi Bila Didiamkan

1. Gastritis Erosif

Sudah terjadi luka dan perdarahan di lambung akibat terkikis asam lambung.

2. Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Terjadi luka di kerongkongan bawah akibat produksi asam lambung yang berlebihan dan keluar ke kerongkongan.

3. Laryngopharyngeal reflux (LPR)

Serupa seperti GERD tetapi kerusakannya sudah mencapai kotak suara.

4. Kanker Lambung

terjadi perubahan struktur sel lambung karena rusak terus menerus terkena asam lambung. 

Ganti Pola Makan Biar Penyakit Asam Lambung Membaik, Gimana Cara Mengatasinya?

1. Stop makanan yang tinggi lemak jenuh dan gula 

Biar produksi asam lambung ya kembali seimbang.

2. Kurangi porsi makanan protein hewani seperti daging sapi atau jeroan

Biar lambung tidak perlu mengeluarkan asam lambung yang banyak untuk mencerna.

3. Perbanyak konsumsi makanan yang tinggi serat larut air seperti chia seed, flax seed, atau selasih 

Membantu meredakan produksi asam lambung yang sudah berlebihan sebelumnya

4. Perbanyak porsi makan sayur buah dari jenis makanan lainnya

Biar miktronutrisinya menyeimbang produksi asam lambung, menguatkan lapisan pelindung dan katup lambung, dan mempercepat proses penyembuhan

5. Jadwalkan rutin Detox 1 hari setiap minggu

Biar mencegah makanan/minuman penyebab asam lambung naik, dan memberikan waktu lebih banyak untuk proses penyembuhan lambung. 

Baca juga: Makanan Penyebab Penyakit Asam Lambung

Memang Detox Bisa Bantu Membersihkan Usus Kotor dan Mengurangi Penyakit Asam Lambung?

Lakukan rutin Detox dengan Paket Detox Level Maag akan sangat membantu mengurangi gejala penyakit asam lambung karena:

  1. Metode puasa makanan padat seharian mengistirahatkan dahulu proses mencerna dan produksi asam lambung sehingga memberikan waktu untuk sel-sel lambung yang rusak untuk menyembuhkan diri.
  2. Makanan dalam bentuk cairan seperti cold pressed juice tidak perlu dicerna seperti makanan padat, jadi organ pencernaan dapat langsung menyerap kandungan nutrisinya.
  3. Kandungan serat larut air yang masih terjaga di cold pressed juice akan membantu melarutkan asam lambung yang tinggi, serta membantu proses pencernaan menjadi lebih ringan.
  4. Beragam phytonutrisi yang terdapat dalam sayur dan buah yang masih terjaga dengan baik di cold pressed juice sangat membantu mengatasi penyakit asam lambung.
  5. Bersifat antioksidan sehingga menjaga proses regenerasi sel dan juga sel-sel yang masih sehat dari kerusakan akibat paparan radikal bebas.
  6. Bersifat anti-radang sehingga mempercepat proses peradangan yang terjadi di lambung dan memberikan waktu lebih banyak untuk proses penyembuhan.
  7. Bersifat anti-mikroorganisme sehingga aktivitas mikroorganisme di lambung. 

Hasil Rutin Setelah Detox 1 Hari Setiap Minggu

Baca cerita Rori Rarasati, Maag Sering Kambuh Karena Hormon gak Seimbang

  1. Capuano E. 2016. The behavior of dietary fiber in the gastrointestinal tract determines its physiological effect. Critical Reviews in Food Science and Nutrition. DOI: 10.1080/10408398.2016.1180501
  2. Zhang M. and Yang X. 2016. Effects of a High Fat Diet on Intestinal Microbiota and Gastrointestinal Diseases. World Journal of Gastroenterology. DOI: 10.3748/wjg.v22.i40.8905
  3. Saqui-Salces M., et. al. 2012. A High Fat Diet Regulates Gastrin and Acid Secretion Through Primary Cilia. The FASEB Journal. DOI: 10.1096/fj.11-197426
  4. Little T. J., et. al. 2007. Modulation by High Fat Diets of Gastrointestinal Function and Hormones Associated with the Regulation of Energy Intake: Implications for the Pathophysiology of Obesity. The American Journal of Clinical Nutrition. DOI: 10.1093/ajcn/86.3.531
  5. Arita S., et. al. 2019. Dietary Fat-Accelerating Leptin Signaling Promotes Protumorigenic Gastric Environment in Mice. Nutrients. DOI: 10.3390/nu11092127
  6. Laurila A., et. al. 2001. High-Fat, High-Cholesterol Diet Increases the Incidence of Gastritis in LDL Receptor-Negative Mice. Arteriosclerosis Thrombosis and Vascular Biology. DOI: 10.1161/01.ATV.21.6.991
  7. Kusters J. G., et. al. 2006. Pathogenesis of Helicobacter pylori Infection. Clinical Microbiology Reviews. DO:10.1128/CMR.00054-05
  8. Kahleova H., et. al. 2014. Eating Two larger Meals a Day (breakfast and lunch) is More Effective then Six Smaller Meals in a Reduced -Energy Regimen for Patients with type 2 Diabetes: a Randomised Crossover Study. Diabetologia. DOI: 10.1007/s00125-014-3253-5
  9. Liu R. H. 2013. Health-Promoting Components of Fruits and Vegetables in the Diet. Advance Nutrition. DOI: 10.3945/an.112.003517
  10. Larsson S. C., et. al. 2006. Fruit and Vegetable Consumption and Incidence of Gastric Cancer: a Prospective Study. Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention. DOI: 10.1158/1055-9965.EPI-06-0402
  11. Sethi S. And Richter J. E. 2017. Diet and Gastroesophageal Reflux Disease: Role in Pathogenesis and Management. Current Opinion in Gastroenterology. DOI: 10.1097/MOG.0000000000000337
  12. Watzl B. 2008. Anti-inflammatory effects of plant-based foods and of their constituents. International Journal for Vitamin and Nutrition Research. DOI: 10.1024/0300-9831.78.6.293
  13. Abourashed E. A. 2013. Bioavailability of Plant-Derived Antioxidants. Antioxidants. DOI: 10.3390/antiox2040309
  14. Schaefer B. A., et. al. 2012. Cancer and Related Case Studies Involving Salvestrol and CYP1B1. Journal of Orthomolecular Medicine, 27(3).
  15. Minalyan A., et. al. 2017. Autoimmune Atrophic Gastritis: Current Perspectives. Clinical and Experimental Gastroenterology. DOI: 10.2147/CEG.S109123
  16. Khodarahmi M. And Azadbakht L. 2016. Dietary Fat Intake and Functional Dyspepsia. Advanced Biomedical Research. DOI: 10.4103/2277-9175.180988
  17. Ruiz-Ojeda F. J., et. al. 2019. Effects of Sweeteners on the Gut Microbiota: a Review of Experimental Studies and Clinical Trials. Advance Nutrition. DOI: 10.1093/advances/nmy037
  18. Di Lorenzo C., et. al. 2016. Evaluation of the Anti-Inflammatory Activity of Raisins (Vitis vinifera L.) in Human Gastric Epithelial Cells: a Comparative Study. International Journal of Molecular Sciences. DOI: 10.3390/ijms17071156
  19. Surdea-Blaga T., et. al. 2017. Food and Gatroesophageal Reflux Disease. Current Medicinal Chemistry. DOI: 10.2174/0929867324666170515123807
  20. Fujiwara Y., et. al. 2005. Association Between Dinner-to-Bed Time and Gastro-Esophageal Reflux Disease. American Journal of Gastroenterology. DOI: 10.1111/j.1572-0241.2005.00354.x
  21. Graves N. C. 2013. Acute Gastroenteritis. Primary Care: Clinics in Office Practice. DOI: 10.1016/j.pop.2013.05.006
  22. Çela L., et. al. 2013. Lifestyle Characteristics and Gastroesophageal Reflux Disease: a Population-Based Study in Albania. Gastroenterology Research and Practice. DOI: 10.1155/2013/936792
  23. Mard S. E., et. al. 2014. Dietary Factors in Relation to Helicobacter pylori Infection. Gastroenterology Research and Practice. DOI: 10.1155/2014/826910
  24. Rastelli M., et. al. 2018. Gut Microbes and Health: a Focus on the Mechanisms Linking Microbes, Obesity, and Related Disorders. Obesity. DOI: 10.1002/oby.22175
  25. Henning S. M., et. al. 2016. Health Benefit of Vegetable/Fruit Juice-Based Diet: Role of Microbiome. Scientific Reports. DOI: 10.1038/s41598-017-02200-6
  26. Slavin J. L. And Lloyd B. 2012. Health Benefits of Fruits and Vegetables. Advance Nutrition. DOI: 10.3945/an.112.002154.
  27. Sipponen P. And Maaroos H. 2015. Chronic Gastritis. Scandinavian Journal of Gastroenterology. DOI: 10.3109/00365521.2015.1019918
  28. Wirth H. And Yang M. 2016. Different Pathophysiology of Gastritis in East and West? A Western Perspective. Inflammatory Intestinal Diseases. DOI: 10.1159/000446300
  29. Singh R. K., et. al. 2017. Influence of Diet on the Gut Microbiome and Implications for Human Health. Journal of Translational Medicine. DOI: 10.1186/s12967-017-1175-y
  30. Lim S., et. al. 2013. Irregular Meal Timing is Associated with Helicobacter pylori Infection and Gastritis. ISRN Nutrition. DOI: 10.5402/2013/714970
  31. Wang Y. 2014. Medicinal Plant Activity on Helicobacter pylori Related Disease. World Journal of Gastroenterology. DOI: 10.3748/wjg.v20.i30.10368
  32. Watari J. 2014. Helicobacter pylori Associated Chronic Gastritis, Clinical Syndromes, Precancerous Lesions, and Pathogenesis of Gastric Cancer Development. World Journal of Gastroenterology. DOI: 10.3748/wjg.v20.i18.5461
  33. Varbanova M., et. al. 2014. Chronic Gastritis - an Update. Best Practice and Research Clinical Gastroenterology. DOI: 10.1016/j.bpg.2014.10.005
  34. Clemens R., et. al. 2015. Squeezing Fact from Fiction about 100% Fruit Juice. Advance Nutrition. DOI: 10.3945/an.114.007328
  35. Valdes A. M., et. al. 2018. Role of the Gut Microbiota in Nutrition and Health. BMJ Clinical Research. DOI: 10.1136/bmj.k2179
DITULIS OLEH
Content Writer yang sudah sudah menerbitkan 3 buku best-seller sejak 2018 dan selalu meneliti tentang pentingnya hidup sehat dan nutrisi untuk memberi manfaat ke masyarakat luas bersama Naked Press.
SELENGKAPNYA

Share:

Beli Sekarang

Detox Level Satu
Detox Level Satu Untuk yang tidak ada Maag IDR 320.000,-
- +
Detox Level Maag
Detox Level Maag Aman untuk Maag, GERD, Anemia IDR 320.000,-
- +