Cart

Catatan tambahan untuk langganan

Belanja

Tanggal pengiriman

Catatan tambahan

Disarankan pilih tanggal kirim H-1 Detox, agar bisa mulai sepagi mungkin tanpa menunggu kurir. Cek Area Pengiriman

Mungkin Anda ingin membeli produk rekomendasi kami

Detox Original

Detox Original

Untuk menurunkan kolesterol tinggi
Rp 320.000
Detox Maag GERD

Detox Maag GERD

untuk bantu redakan maag, GERD, atau LPR
Rp 320.000
Lihat semua produk
 

Area Pengiriman

DKI Jakarta Mencakup seluruh wilayah Jakarta
Depok Kecamatan Beji, Cimanggis, Cinere, Cipayung, Limo
Tangerang Kecamatan Batuceper, Benda, Ciledug, Cipondoh, Karang Tengah, Larangan, Pinang
Tangerang Selatan Kecamatan Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong Utara
Bekasi Kecamatan Bekasi Barat, Bekasi Selatan, Bekasi Utara, Jatisampurna, Medan Satria, Pondok Gede, Pondok Melati

Tata cara pesan

img-responsive

Pemesanan

Pesan, bayar, atau perubahan maksimal jam 3 sore untuk pengantaran esok harinya.

img-responsive

Pengantaran

Kurir berangkat setiap jam 7 pagi dengan cooler box dari Jakarta Pusat. Waktu tiba tergantung jumlah antaran, jarak, kemacetan dan cuaca.

img-responsive

Penyimpanan

Simpan jus di kulkas yang dingin. Jus diestimasi tahan 2-3 jam di suhu ruangan atau 2-3 hari dalam kulkas, karena tanpa pengawet.

Download aplikasi nakedpress
Libur Idul Fitri 2024: Kami terakhir mengantar di Senin 8 April, dan mulai mengantar kembali di 16 April. Tim CS akan aktif di Senin 15 April.

Ga Semua Karbohidrat Itu Musuh Buat Kesehatan

Tue, 10 Jan 2023 · 5 min read · nakedpress team

Karbohidrat sering dianggap sebagai musuh untuk kesehatan dan penyebab berbagai masalah kesehatan seperti obesitas, jantung, atau diabetes. 

Namun, faktanya karbohidrat menjadi musuh dan masalah karena cara konsumsinya yang bikin masalah, bukan karbohidratnya itu sendiri.

Disini kita bahas sedikit lebih lanjut tentang karbohidrat yang ternyata ga selalu menjadi musuh buat kesehatan.

Apa Peran Karbohidrat Untuk Kesehatan?

Karbohidrat adalah salah satu makronutrisi yang penting bagi tubuh kita.

Karbohidrat bertanggung jawab untuk menyediakan energi bagi otot dan organ-organ tubuh kita, serta membantu berbagai proses metabolisme yang penting.

Secara sederhana, karbohidrat dibagi menjadi 2, antara lain:

  1. Karbohidrat sederhana yang cepat diserap dan diubah menjadi glukosa dan energi dalam darah.
  2. Karbohidrat kompleks yang lebih lama diserap dan diubah secara bertahap menjadi glukosa dan energi dalam darah.

Karbohidrat sederhana sangat penting untuk menyediakan energi dengan cepat untuk tubuh kita, terutama saat kita selesai beraktivitas fisik yang melelahkan.

Karbohidrat kompleks sangat penting untuk membantu proses pencernaan dan memberikan energi saat kita sedang aktif bekerja atau produktif seharian.

Keduanya mempunya peran utama dalam tubuh kita antara lain:

  1. Menyediakan energi bagi otot dan organ-organ tubuh.
  2. Membantu proses metabolisme tubuh, seperti pembentukan glukosa dan pembentukan asam empedu.
  3. Membantu proses pencernaan, seperti meningkatkan produksi enzim dan asam lambung.
  4. Membantu proses penyerapan vitamin dan mineral.
  5. Membantu proses regulasi kadar gula darah dalam tubuh.

Jadi, tidak selamanya karbohidrat menjadi musuh dan masalah.

Tidak selalu juga karbohidrat sederhana menjadi yang musuh utama, bahkan karbohidrat kompleks pun bisa jadi musuh saat tidak dikonsumsi dengan cara yang benar.

Perbedaan Karbohidrat Baik & Jahat.

Sebelum itu, kita harus tahu dulu kalau memang ada beberapa karbohidrat yang lebih cepat membawa masalah saat cara konsumsinya salah.

Kita sebut saja karbohidrat tersebut dengan sebutan karbohidrat jahat,

Beberapa contoh dari karbohidrat baik, antara lain:

  1. Sayuran segar: bayam, kale, mentimun, wortel, bit, dll.
  2. Buah segar (bukan kemasan kaleng): apel, lemon, melon, semangka, dll.
  3. Biji-bijian: chia seed, flax seed, gandum utuh, quinoa, dll.
  4. Kacang-kacangan: kacang mede, almond, kedelai, dll.

Beberapa contoh dari karbohidrat jahat, antara lain:

  1. Gula seperti gula pasir, sirup jagung, gula tambahan dalam makanan olahan, dll
  2. Mie, roti putih, kue, biskuit, dan aneka makanan yang dibuat dari tepung-tepungan dan tambahan gula.
  3. Makanan dan minuman olahan: seperti keripik, permen, soda, dll

Perlu diingat kembali bahwa bukan berarti karbohidrat jahat ini akan selalu menciptakan masalah setiap dikonsumsi, tetapi mereka adalah jenis karbohidrat yang lebih cepat dan mudah menimbulkan masalah saat cara konsumsinya salah.

Serta, perlu disadari juga bahwa karbohidrat baik bukan berarti selalu membawa manfaat karena

Cara Konsumsi Karbohidrat Dan Dampaknya.

Berikut adalah cara konsumsi karbohidrat yang baik berdasarkan jenisnya, yaitu:

1. Karbohidrat sederhana dan karbohidrat jahat:
    • Konsumsi saat selesai olahraga dalam porsi sedikit.
    • Konsumsi secara perlahan dan kunyah hingga benar-benar lembut.
    • Dapat dijadikan menu pilihan untuk makan siang, tapi sebaiknya hindari untuk sarapan dan makan malam.
    • Jangan jadikan cemilan ketika lapar atau sekedar pereda mood.
    • Dampingi dengan minum air mineral 1-2 gelas, jangan tambah dengan minuman manis saat konsumsi karrbohidrat jenis ini.
    2. Karbohidrat kompleks dan karbohidrat baik:
    • Konsumsi 1 jam sebelum olahraga dalam porsi sedikit.
    • Sangat tepat saat dikonsumsi sebagai menu sarapan dan makan malam.
    • Dapat dijadikan cemilan ketika lapar, tapi bukan untuk pereda mood yang sedang gelisah.
    • Dampingi dengan tambahan protein, baik dari nabati ataupun hewani.

    Penting untuk dipahami bahwa kedua jenis karbohidrat ini tidak boleh dikonsumsi dengan cara ini:

    1. Dijadikan cemilan untuk meredakan mood yang sedang gelisah atau galau.
    2. Dijadikan cemilan ketika sedang tidak lapar.
    3. Dikonsumsi dengan cepat dan tidak dikunyah dengan baik.
    4. Setelah makan, langsung rebahan (pastikan jeda makan ke tidur minimal 3 jam).
    5. Selalu didampingi dengan tambahan minuman manis saat sedang dikonsumsi.
    6. Didampingi dengan makanan yang tinggi lemak jenuh.
    7. Diolah dengan metode masak dengan tambahan minyak, digoreng, atau ditumis.
    8. Dikonsumsi melebihi porsi kebutuhan harian yang sebenarnya dibutuhkan tubuh.
    9. Karbohidrat jahat lebih sering dikonsumsi (>3x seminggu) daripada karbohidrat baik.

    Dampak negatif yang akan kita dapatkan kalau konsumsinya dengan cara yang salah antara lain:

    1. Lebih resiko terkena diabetes melitus tipe 2, kolesterol tinggi, asam urat, dan tekanan darah tinggi.
    2. Berat badan naik dengan cepat hingga terkena overweight dan obesitas.
    3. Lebih rentan terkena penyakit jantung dan pembuluh darah.
    4. Membuat mood semakin berantakan dan lebih susah dikendalikan.
    5. Membuat rasa lapar semakin susah dikendalikan.
    6. Energi seharian lebih sedikit dan cepat merasa kelelahan meskipun aktivitasnya ringan.

    Jadi, sejauh ini kamu sudah tahu kalau tidak selalu karbohidrat itu menjadi musuh buat kesehatan kita.

    Kunci utamanya terletak dari bagaimana kita mengkonsumsinya, bukan di mereka.

    Yuk, mulai mengubah sudut pandang kita terhadap makanan dan mulai melihat lebih dalam pola makan dan kebiasaan kita sehari-hari yang sebenarnya menjadi penyebab utama banyak penyakit datang.

    Lakukan perbaikan pola hidup menjadi lebih sehat sekarang dan menjadikan 2023 tahun yang lebih sehat untuk kita semua!

    1. Whitney E. and Rolfes S. R. 2019. Understanding Nutrition Fifteenth Edition. Cengage: USA.
    2. Lucock M. 2007. Molecular Nutrition and Genomics: Nutrition and the Ascent of Humankind. John Wiley & Sons: USA.
    3. Medeiros D. M. and Wildman R. E. C. 2019. Advanced Human Nutrition Fourth Edition. Jones & Bartlett Learning: USA
    4. Farmer B., et. al. 2010. A Vegetarian Dietary Pattern as a Nutrient-Dense Approach to Weight Management: An Analysis of the National Health and Nutrition Examination Survey 1999-2004. Journal of American DIetetic Association. DOI: 10.1016/j.jada.2011.03.012
    5. Liu R.H. 2013. Health-Promoting Components of Fruits and Vegetables in the Diet. Advance. Nutrition. DOI: 10.3945/an.112.003517
    6. Katsilambros N., et. al. 2010. Clinical Nutrition in Practice. Blackwell Publishing, 2, pp. 3-58
    7. Fukugawa NK. and Yu YM. 2009. Nutrition and Metabolism of Proteins and Amino Acids. Blackwell Publishing. Introduction to Human Nutrition,2, pp. 49-71.
    8. Mathers J. and Wolever TMS. 2009. Digestion and Metabolism of Carbohydrates. Blackwell Publishing. Introduction to Human Nutrition,2, pp. 73-85
    9. Griffin BA. and Cunnane SC. 2009. Nutrition and Metabolism of Lipids. Blackwell Publishing. Introduction to Human Nutrition,2, pp. 86-119
    10. Bender DA. 2009. The Vitamins. Blackwell Publishing. Introduction to Human Nutrition,2
    11. Starin JJ. and Cashman KD. 2009. Mineral and Trace Minerals. Blackwell Publishing. Introduction to Human Nutrition,2, pp. 188-237
    12. Silbernagl S. and Lang F. 2016. Color Atlas of Pathophysiology. New York: Thieme
    13. Silberngl S. and Despopoulos A. 2009. Color Atlas of Physiology. New York: Thieme
    14. Gropper SS., et. al. 2009. Advanced Nutrition and Human Metabolism. USA: Wadsworth Cengage Learning
    15. Panth N., et. al. 2018. The Influence of Diet on Fertility and the Implications for Public Health Nutrition in the United States. Frontiers in Public Health. DOI: 10.3389/fpubh.2018.00211
    16. Kaye W. H., et. al. 1988. Relative Importance of Calorie Intake Needed to Gain Weight and Level of Physical Activity in Anorexia Nervosa. The American journal of Clinical Nutrition. DOI: 10.1093/ajcn/47.6.989
    17. Marzol E., et. al. 2013. Nutritional Rehabilitation in Anorexia Nervosa Review of the Literature and Implications for Treatment. Biomed Central Psychiatry. DOI: 10.1186/1471-244X-13-290
    Share:

    Beli Sekarang

    5 Weeks Weight Loss Program

    5 paket detox, 5x antar | Bonus Weight Loss Journal
    Rp 1.500.000
    Rp 1.800.000

    Download aplikasi nakedpress
    Sekarang beli nakedpress jadi lebih praktis