Apa Yang Jadi Penyebab Telat Haid dan Bagaimana Solusinya?

Mon, 13 Jul 2020 · Oleh : Valerie Patkar
Penyebab Telat Haid dan Solusinya

Menstruasi atau haid adalah proses luruhnya dinding rahim yang disertai dengan pendarahan, biasanya terjadi selama 3-7 hari.

Normalnya, siklus haid terjadi setiap 28-36 hari. Setiap wanita berbeda, bisa lebih pendek atau lebih panjang.

Tapi untuk beberapa wanita pernah mengalami telat datang bulan. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab telatnya haid itu sendiri.

Apa Saja Penyebab Telat Haid?

1. Ketidakseimbangan hormonal tubuh

Terjadi ketidakseimbangan hormonal tubuh, mulai dari hormon insulin, stress, hingga hormon reproduksi (estrogen dan progesteron).

2. Kekurangan nutrisi

Tubuh kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk proses pematangan sel telur dan penebalan dinding rahim.

3. Aktivitas fisik terlalu berat

Terlalu berat aktivitas fisik (olahraga atau gerak tubuh lainnya) tetapi sangat rendah asupan nutrisi. Sehingga terjadi penumpukan toksin & radikal bebas yang merusak keseimbangan hormonal dan kerja organ reproduksi.

4. Konsumsi makanan dan minuman bertoksin

Terlalu banyak asupan makanan/minuman yang mengandung toksin yang merusak organ reproduksi.

Baca juga: Cara Mengatasi Sakit Perut Saat Haid

4 Gejala Saat Telat Haid

Selain tidak haid, ada juga gejala yang timbul saat siklus yang menyebabkan terlambat haid, antara lain:

  1. Jarak waktu antara setiap haid selalu berubah-ubah (kadang 18 hari, kemudian jadi 28 hari, kemudian 40 hari, dst).
  2. Sesekali muncul bercak-bercak darah (spotting) di hari-hari yang seharusnya belum haid.
  3. Saat haid datang, terasa sangat nyeri hingga tidak dapat melakukan aktivitas sama sekali.
  4. Bisa terjadi kondisi tidak ada haid sama sekali mulai berbulan-bulan hingga tahunan.

Baca juga: 4 Makanan Yang Mengurangi Nyeri Haid

3 Makanan yang Perlu Dihindari agar Haid Tetap Teratur

Selain itu, ada juga beberapa makanan yang perlu dihindari agar haid datang tepat waktu.

  1. Karbohidrat sederhana = Tinggi karbohidrat tapi rendah serat (eg Nasi putih, tepung terigu, mie, roti, sereal, susu, kue)
  2. Daging - dagingan dan makanan yang digoreng/tumis = Tinggi protein tapi tinggi lemak jenuh (eg Daging Sapi, kambing, ayam, bebek, jeroan (eg Usus, ati, ampela), sosis, nugget, ham)
  3. Cemilan dan minuman kemasan yang mengandung tambahan gula, bahan pengawet, MSG, ataupun pemanis buatan.

Hubungan Nutrisi dengan Haid

Untuk membuat siklus haid kembali teratur bisa dengan mengkonsumsi makanan yang tinggi Nutrisi, Kenapa?

  1. Nutrisi adalah bahan bakar yang digunakan tubuh untuk dapat memproduksi hormon, proses pematangan sel telur, dan penebalan dinding rahim normal.
  2. Nutrisi juga salah satu kunci yang menjaga keseimbangan hormon tubuh, terutama hormon yang mempengaruhi kadar hormon reproduksi.
  3. Nutrisi juga memiliki peran penting dalam menjaga organ reproduksi dari kerusakan toksin, radikal bebas, dan infeksi.

Salah satu cara gampang untuk mendapatkan nutrisi yang cukup untuk pola hidup yang baik adalah dengan rutin Detox 1 hari setiap minggu.

Baca juga: 7 Nutrisi Penting Yang Diperlukan Tubuh Setiap Hari

Kenapa Rutin Detox 1 Hari Setiap Minggu Dapat Menjadi Solusi Telat Haid?

  1. Metode puasa dapat meningkatkan kemampuan tubuh dalam membuang toksin dan menyeimbangkan kondisi hormon tubuh.
  2. Nutrisi sayur buah yang lengkap di Paket Detox memberikan banyak bahan bakar untuk tubuh sehingga dapat memproduksi hormon, pematangan sel telur, dan pertumbuhan dinding rahim yang sehat dan alami.
  3. Antioksidan yang banyak di Paket Detox juga akan membantu proses penyembuhan di organ rahim lebih cepat dan mencegah adanya toksin yang dapat merusak.
  4. Karbohidrat kompleks di Paket Detox akan menyeimbangkan kadar hormon insulin dan hormon stress lebih cepat jadi hormon reproduksi juga lebih cepat seimbang.
  5. Phytonutrisi yang beragam di Paket Detox akan mempercepat lagi proses penyembuhan tubuh dan menjaga haid lebih teratur.
  1. Mohamadirizi S. dan Kordi M. 2015. The relationship between food frequency and menstrual distress in high school females. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research. DOI: 10.4103/1735-9066.170000
  2. Beals K. 2002. Eating Behaviors, Nutritional Status, and Menstrual Function in Elite Female Adolescent Volleyball Players. Journal of Academy of Nutrition and Dietetics. DOI: 10.1016/S0002-8223(02)90285-3
  3. Hill P., et. al. 1980. Diet, lifestyle, and menstrual activity. The American Journal of Clinical Nutrition. DOI: 10.1093/ajcn/33.6.1192
  4. Reed B. G. dan Carr B. R. The Normal Menstrual Cycle and the Control of Ovulation. Endotext. PMID: 25905282
  5. Barbieri R. L. 2014. The endocrinology of the menstrual cycle. Human Fertility. DOI: 10.1007/978-1-4939-0659-8_7
  6. Thiyagarajan D.K., et. al. 2019. Physiology, Menstrual Cycle. StatPearls. PMID:  29763196
WRITTEN BY
Content Writer yang sudah sudah menerbitkan 3 buku best-seller sejak 2018 dan selalu meneliti tentang pentingnya hidup sehat dan nutrisi untuk memberi manfaat ke masyarakat luas bersama Naked Press.
MORE ABOUT WRITER

Share:

Beli Sekarang

Detox Level Satu
Detox Level Satu Untuk yang tidak ada Maag Rp 320.000,-
- +
Detox Level Maag
Detox Level Maag Aman untuk Maag, GERD, Anxiety, & LPR Rp 320.000,-
- +