Kista Ovarium - Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi

Thu, 13 Jun 2019 · Oleh : Valerie Patkar
Kista Ovarium - Gejala, Penyebab, Cara Mengatasi

Kista adalah sebuah benjolan yang memiliki dinding tegas mengelilinginya dan dapat terisi cairan, darah, atau komponen jaringan lainnya.

Kista dapat digolongkan sebagai tumor jinak, akan tetapi dapat menjadi ganas pada kasus-kasus tertentu.

Kista ovarium adalah kista yang terjadi di organ ovarium, organ reproduksi wanita. Jumlahnya beragam tergantung dari tingkat keparahan dan penyebab dari kista. 

GEJALA UMUM KISTA OVARIUM

Kista ovarium terletak di dalam organ kandungan yang dilapisi banyak otot perut dan organ lainnya sehingga susah terlihat dari luar, tetapi kamu bisa kenali gejala umumnya, yaitu:

  1. Menstruasi tidak teratur, mulai dari frekuensi terlalu sering atau sangat jarang sekali
  2. Nyeri haid berlebihan hingga tidak dapat melakukan aktivitas sama sekali
  3. Kesulitan dalam program hamil
  4. Mood mudah berubah dan mudah stress atau sedih
  5. Mudah berjerawatan di berbagai bagian tubuh
  6. Gangguan metabolisme tubuh seperti mudah naik berat badan hingga obesitas

PENYEBAB UTAMA KISTA OVARIUM

Penyebab utama kista ovarium adalah ketidakseimbangan hormonal, khususnya hormon reproduksi wanita seperti FSH, LH, estrogen, dan progesteron. Semua hormon ini mempengaruhi siklus menstruasi dan kualitas kesuburan wanita

Pada saat menstruasi, hormon reproduksi saling naik dan turun. Masing-masing punya peran dan harus bergantian kadarnya di tubuh. Siklus menstruasi yang lancar dan kesuburan yang sehat butuh keseimbangan dari pergantian dan jumlah hormon tersebut.

Selain itu, ada juga hormon lainnya yang ikut mempengaruhi yaitu hormon testosteron, kortisol, dan serotonin. Hormon-hormon ini berinteraksi dengan 4 hormon sebelumnya dan ikut mengatur kadarnya di dalam tubuh.

Untuk dapat menjadi estrogen dan progesteron, sebelumnya kolesterol dalam tubuh diubah jadi pregnenolon yang akan diubah menjadi progesterone dan testosteron. Testosteron yang kemudian akan diubah menjadi estrogen.

Testosteron dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan banyak sistem metabolisme dan kinerja sel otot tubuh. Apabila tubuh merasa membutuhkan banyak testosteron, maka dihentikan sementara pengubahannya menjadi estrogen.

Apabila dibutuhkan, progesteron akan diolah menjadi hormon kortisol. Hal ini biasanya terjadi kalau kita lagi stres mental. Hormon kortisol dibutuhkan oleh tubuh untuk meningkatkan adrenalin saat stress untuk mekanisme Fly or Flight.

Perubahan progesteron ke kortisol akan berhenti apabila terdapat hormon serotonin yang cukup banyak. Sebutan lain serotonin adalah hormon senang atau bahagia karena munculnya saat kita sedang merasakan kebahagian yang artinya tidak sedang stres.

Keseimbangan kadar hormon FSH, LH, estrogen, dan progesteron memastikan proses kematangan sel telur dan dinding rahim berjalan normal. Kista akan mudah muncul saat terjadi gangguan pada proses kematangan sel telur. 

HORMON TIDAK SEIMBANG DAN KISTA OVARIUM

Beberapa kondisi sehari-hari seperti stres dan aktivitas dapat mempengaruhi keseimbangan hormon dalam tubuh

Kalau kamu merasakan hal dibawah ini, kemungkinan besar ada gangguan dalam keseimbangan hormon dalam tubuh:

  1. Sering lelah atau gampang mengantuk.
  2. Susah tidur pada malam hari.
  3. Berat badan gampang naik bahkan obesitas.
  4. Pikiran susah fokus dan gampang stres.
  5. Nafsu, makan tidak bisa dikendalikan atau masih lapar meskipun sudah makan banyak.
  6. Pemulihan otot setelah olahraga membutuhkan waktu yang lama.

Untungnya kita bisa bantu mengembalikan keseimbangan hormonal dengan memperbaiki beberapa aspek dalam pola hidup kita seperti:

  1. Pola makan
  2. Pola tidur
  3. Pola aktivitas fisik
  4. Pola pikiran  

UBAH KE MAKANAN SEHAT UNTUK MENGATASI KISTA

Ganti pola makan sehari-hari dengan yang lebih sehat untuk mengatasi kista ovarium

  1. Nasi Putih, Kentang Goreng, Roti Tawar diganti Nasi Merah, Sorghum, Rolled Oat.
  2. Daging Merah diganti Ikan, Tempe, Tahu, Kacang Almond, Kacang Mede.
  3. Susu Sapi diganti Susu Kacang Kedelai, Kacang Almond, Kacang Mede.
  4. Kopi Susu, Teh Susu, Bubble Tea, Soda diganti Kopi hitam, Teh tawar, Air Mineral.
  5. Makanan digoreng diganti makanan dikukus, direbus, atau dipanggang. 

HORMON SEIMBANG = KISTA OVARIUM TERATASI

 

Nutrisi seperti vitamin, mineral, dan phytochemical (nutrisi yang hanya ada di sayur dan buah) digunakan dalam metabolisme sel tubuh, termasuk sel pada organ-ogran produksi hormon.

Phytochemical yang dikenal tryptophan juga membantu meningkatkan hormon serotonin yang membuat kita lebih susah stress dan gampang fokus. Tryptophan ini juga diproduksi oleh bakteri usus baik apabila mendapatkan nutrisi seperti serat pada sayuran.

Saat hormon seimbang, tubuh akan melakukan perbaikan diri sendiri dan kista dapat mengecil dan menghilang. Operasi pengangkatan kista ovarium pun tidak dapat menjamin kista tidak akan kambuh lagi selama hormonnya tidak seimbang.

RUTIN DETOX SETIAP MINGGU UNTUK MENYEIMBANGKAN HORMON

Rutin Detox 1 hari setiap minggu adalah puasa makanan padat yang membebankan organ pencernaan selama 24 Jam, sehingga tubuh lebih fokus mengeluarkan toksin alami di hati, ginjal, dan usus besar. 

Selain itu, kamu juga mendapatkan nutrisi dari 5kg sayur buah yang mudah diserap dan digunakan seluruh sel tubuh. Hormon jadi seimbang, dan terhindar dari kista.

CERITA SUKSES

Baca cerita Debby Kurniadi yang kista-nya mengecil setelah lakukan diet sehat

Sumber:

  1. Chavarro JE., et. al. 2007. Diet and Lifestyle in the Prevention of Ovulatory Disorder Infertility. Obstetrics & Gynecology, 110(5), pp. 1050-8
  2. Moran LJ, et. al. 2011. Lifestyle Changes in Women with Polycystic Ovary Syndrome. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2, pp. 1-56
  3. Moran LJ., et. al. 2015. The Association of a Mediterranean-Style Diet Pattern with Polycystic Ovary Syndrome Status in a Community Cohort Study. Nutrients, 7, pp. 8553-64
  4. Dennet CC. and Simon J. 2015. The Role of Polycystic Ovary Syndrome in Reproductive and Metabolic Health: Overview and Approaches for Treatment. Diabetes Spectrum, 28(2), pp. 116-20
  5. Ganie MA. and Kalra S. 2011. Polycystic Ovary Syndrome - A Metabolic Malady, The Mother of All Lifestyle Disorders in Women - Can Indian health Budget Tackle It in Future. Indian Journal of Endocrinology and Metabolism, 15(4), pp. 239-41
  6. Panth N., et. al. 2018. The Influence of Diet on Fertility and The Implications for Public Health Nutrition in the United States. Diet, Fertility, Public Health Implications, 6(211), pp. 1-7
  7. Emaus MJ., et. al. 2015. Vegetable and Fruit Consumption and the Risk of Hormone Receptor - Defined Breast Cancer in the EPIC Cohort. American Society for Nutrition, 2015, pp. 1-10
  8. Xiao E. and Ferin M. 1997. Stress-related Disturbances of The Menstrual Cycle. The Finnish Medical Society DUODECIM, 29, pp. 215-9
  9. Ranabir S. and Reetu K. 2011. Stress and Hormones. Indian Journal of Endocrinology and Metabolism, 15(1), pp. 18-22
  10. Clemens R., et. al. 2015. Squeezing Fact from Fiction about 100% Fruit Juice. American Society for Nutrition Advance Nutrition, 6, p. 2365-435
  11. ter Horst JP., et. al. 2012. Relevance of Stress and Female Sex Hormones for Emotion and Cognition. Cellular and Molecular Neurobiology, 32, pp. 725-35
  12. Slavin JL. and Lloyd B. 2012. Health Benefits of Fruits and Vegetables. American Society fo Nutrition Advance Nutrition, 3, pp. 506-16
  13. Liu RH. 2013. Health-Promoting Components of Fruits and Vegetables in the Diet. American Society for Nutrition Advance Nutrition, 4, pp. 3845-925
  14. Silbernagl S. and Despopoulos A. 2009. Color Atlas of Physiology 6th New York: Thieme
  15. Silbrnagl S. and Lang F. 2016. Color Atlas of Pathophysiology 3rd New York: Thieme.
  16. Combs Jr G. and McClung JP. 2017. The Vitamins 5th Edition. London: Elsevier.
  17. Medeiros DM. and Wildman REC. 2019. Advanced Human Nutrition. Burlintong: Jones & Barlett Learning.
  18. Hever J. and Cronise RJ. 2017. Plant-Based Nutrition for Healthcare Professionals: Implementing Diet as a Primary Modality in the Prevention and Treatment of Chronic Disease. Journal of Geriatric Cardiology, 14, pp. 355-68
  19. Liu RH. 2013. Health-Promoting Components of Fruits and Vegetables in the Diet. Advance Nutrition, 4, pp. 3845-925
  20. Slavin JL. and Lloyd B. 2012. Health Benefits of Fruits and Vegetables. Advance Nutrition, 3, pp. 506-16
WRITTEN BY
Content Writer yang sudah sudah menerbitkan 3 buku best-seller sejak 2018 dan selalu meneliti tentang pentingnya hidup sehat dan nutrisi untuk memberi manfaat ke masyarakat luas bersama Naked Press.
MORE ABOUT WRITER

Share:

Beli Sekarang

Detox Level Satu
Detox Level Satu Untuk yang tidak ada Maag Rp 320.000,-
- +
Detox Level Maag
Detox Level Maag Aman untuk Maag, GERD, Anxiety, & LPR Rp 320.000,-
- +