Tata cara pesan
Maag adalah kondisi peradangan pada lambung berupa kerusakan dinding lambung akibat dari produksi asam lambung dan aktivitas bakteri yang berlebihan.
Maag juga dapat disebut sebagai gastritis.
Jenis Maag dapat dibagi 2 yaitu gastritis akut dan gastritis kronis. Keduanya dipicu oleh sebab yang berbeda.
KENAPA MAAG BISA TERJADI/KAMBUH?
Maag bisa kambuh karena:
- Produksi asam lambung meningkat dan merusak lapisan pelindung lambung yang akhirnya membuat asam lambung langsung mengiritasi dinding lambung.
- Bakteri jahat yang terlalu aktif juga ikut merusak lapisan pelindung lambung yang membuat dinding lambung semakin rentan terkena asam lambung.
- Tubuh yang asupan nutrisinya kurang membuat proses penyembuhan lambung melambat dan produksi lapisan pelindung lambung menurun.
Baca juga: Apa itu Maag dan Kenapa Sakit Maag Bisa Muncul?
BEBERAPA KEBIASAAN YANG DAPAT MEMICU MAAG
Ketahui juga kebiasaan-kebiasaan yang dapat memicu Maag kambuh, antara lain :
- Sering konsumsi makanan yang pedas dan asam merusak lapisan pelindung lambung dan memudahkan asam lambung langsung merusak dinding lambung.
- Sering konsumsi makanan atau minuman yang tinggi gula atau karbohidrat membuat populasi dan aktivitas bakteri jahat meningkat sehingga semakin merusak lapisan pelindung lambung.
- Sering konsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh juga meningkatkan aktivitas bakteri jahat sekaligus juga semakin meningkatkan produksi asam lambung.
- Jadwal makan tidak teratur membuat produksi asam lambung juga jadi semakin berantakan dan berlebihan.
- Terlalu sering ngemil membuat produksi asam lambung juga semakin sering dan semakin memudahkan kerusakan lapisan pelindung lambung dan dinding lambung.
- Sering konsumsi kopi, teh, atau soda meningkat produksi asam lambung semakin banyak.
- Sering begadang dan jadwal tidur selalu berubah membuat kemampuan penyembuhan sel lambung menurun.
- Sedikit atau jarang konsumsi sayur dan buah membuat aktivitas bakteri jahat gampang meningkat dan sistem imun berantakan, serta menurunkan kemampuan regenerasi sel.
- Kondisi stress yang berkepanjangan semakin meningkatkan produksi asam lambung dan membuat reaksi peradangan berlebihan.
Selain itu makanan yang dikonsumsi juga dapat memicu terjadinya Maag.
Baca juga: 5 Penyebab Maag dan Cara Mengatasinya
MAKANAN YANG DAPAT MEMICU MAAG KAMBUH
- Makanan tinggi lemak jenuh seperti gorengan, daging-dagingan (e.g. sapi, kambing, bebek), jeroan, daging proses (e.g. nuget, sosis, ham), dan makanan lainnya yang digoreng atau ditumis.
- Makanan tinggi karbohidrat sederhana atau gula seperti makanan dari adonan tepung terigu (e.g. kue, mie, roti), atau nasi putih.
- Minuman yang mengandung gula tambahan seperti soda, kopi/teh/susu yang ditambahn gula, atau minuman kemasan lainnya.
- Makanan dan cemilan yang diolah cukup berat seperti daging sosis, nuget, ham, makanan kaleng, atau makanan kemasan lainnya yang ditambah bahan pengawet, pemanis buatan, atau perasa buatan.
Salah satu yang aman untuk dikonsumsi bagi penderita Maag adalah sayur buah.
Baca juga: 8 Menu Makanan Yang Aman Untuk Penderita Asam Lambung
SAYUR BUAH YANG BAGUS UNTUK PENDERITA MAAG
- Beragam sayuran yang tinggi Phytonutrisi, mineral, karbohidrat kompleks dan serat = seperti Bayam, Selada, Mentimun, Kailan Tomat, Paprika Merah-Kuning-Hijau, Labu, Wortel.
- Beragam Buah yang sudah memiliki gula alami, ditambah antioksidan, vitamin, dan mineral yang tinggi = seperti Semangka, Apel, Lemon, Pepaya, Pisang.
- Sayur buah yang terdapat didalam paket Detox
KENAPA PAKET DETOX DAPAT MENGURANGI MAAG KAMBUH?
- Metode puasanya menghentikan masuknya makanan yang merusak lambung dan memberikan waktu dan energi lebih banyak untuk lambung menyembuhan diri sendiri secara alami dan cepat.
- Nutrisi sayur buah dalam Paket Detox memberikan bahan bakar untuk lebih menyeimbangkan asam lambung sekaligus meningkatkan kekuatan lapisan pelindung lambung.
- Phytonutrisi yang banyak dari sayur buah dalam Paket Detox menahan produksi asam lambung yang berlebihan sekaligus mempercepat proses penyembuhan lambung.
- Serat larut air yang banyak membantu melarutkan dan menetralkan asam lambung yang sudah tinggi sebelumnya.
- Gula alami dari buah dalam Paket Detox menjaga produksi asam lambung tetap seimbang dan aktivitas bakteri jahat tetap minimal.
- Antioksidan yang beragam menurunkan kondisi peradangan di lambung sekaligus melindungi lambung dari tambahan kerusakan yang dapat terjadi.
Baca juga: 5 Manfaat Detox Untuk Maag
HASIL SETELAH RUTIN DETOX 1 HARI SETIAP MINGGU
Theresya seorang pramugari yang sering kambuh Maag ketika bekerja.
Tapi setelah menurunkan berat badan, penyakit Maag yang dideritanya jadi membaik.
Baca cerita lengkapnya di sini
- Choi M. K., et. al. 2015. Dietary intake assessment and biochemical characteristics of blood and urine in patients with chronic gastritis. Clinical nutrition research.DOI: 10.7762/cnr.2015.4.2.90
- Epplein M., et. al. 2010. Fruit and vegetable consumption and risk of distal gastric cancer in the Shanghai Women's and Men's Health studies. American journal of epidemiology. DOI: 10.1093/aje/kwq144
- Gonzalez C. A., et. al. 2012. Fruit and vegetable intake and the risk of gastric adenocarcinoma: A reanalysis of the european prospective investigation into cancer and nutrition (EPIC‐EURGAST) study after a longer follow‐up. International Journal of Cancer. DOI: 10.1002/ijc.27565
- Langella C., et. al. 2018. New food approaches to reduce and/or eliminate increased gastric acidity related to gastroesophageal pathologies. Nutrition. DOI: 10.1016/j.nut.2018.03.002
- Keshteli A. H., et. al. 2017. The relationship between fruit and vegetable intake with gastroesophageal reflux disease in Iranian adults. Journal of research in medical sciences : the official journal of Isfahan University of Medical Sciences. DOI: 10.4103/jrms.JRMS_283_17
- Newberry C. dan Lynch K. 2019. The role of diet in the development and management of gastroesophageal reflux disease: why we feel the burn. Journal of thoracic disease. DOI: 10.21037/jtd.2019.06.42
- Brooks F. P. 1985. Effect of diet on gastric secretion. The American Journal of Clinical Nutrition. DOI: 10.1093/ajcn/42.5.1006