6 Hal Yang Perlu Kamu Tahu Sebelum Intermittent Fasting

Sat, 04 Jul 2020 · Oleh : Valerie Patkar
6 Hal Tentang Intermittent Fasting Yang Perlu Diketahui
Pasti kalian udah gak asing lagi dengan istilah Intermittent Fasting. Intermittent Fasting adalah salah satu metode puasa yang dilakukan dengan membagi 2 periode waktu, yaitu:
  1. Periode berpuasa dari segala bentuk makanan/minuman yang mengandung kalori.
  2. Periode makan dan minum.

Intermittent fasting yang umumnya dilakukan masih boleh minum air mineral atau minuman lainnya yang tidak mengandung kalori seperti kopi, teh, atau rempah-rempah yang tidak ditambah gula atau pemanis selama periode puasa.

MANFAAT INTERMITTENT FASTING BAGI TUBUH

Ternyata dengan melakukan intermittent fasting tubuh bisa mendapatkan manfaat yang bermacam macam lho, seperti :

  1. Meningkatkan kemampuan detoksifikasi alami tubuh sehingga lebih mampu membuang toksin keluar dari tubuh.
  2. Meningkatkan kemampuan penyembuhan diri sendiri yang alami.
  3. Mengembalikan keseimbangan hormon-hormon yang sebelumnya sempat berantakan.
  4. Menghentikan atau mengurangi asupan makanan/minuman yang mengandung toksin dan kandungan lainnya yang tidak bermanfaat untuk tubuh.
  5. Membuat sistem imun tubuh, metabolisme, dan saraf bekerja lebih efektif, terutama dalam memerangi infeksi dan pertumbuhan sel tumor/kanker.

Sebelum melakukan metode Intermittent fasting, terdapat berbagai hal yang perlu diperhatikan.

Baca juga: Apa Itu Detoksifikasi Alami?

HAL HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENJALANKAN INTERMITTENT FASTING

Adapun hal hal yang perlu diperhatikan, antara lain :

  1. Apabila sedang ada gejala maag/GERD yang sedang kambuh, sebaiknya tidak melakukan intermittent Fasting sampai gejala mereda.
  2. Apabila sedang melakukan pengobatan rutin, perhatikan kembali apakah obat yang dikonsumsi aman diminum dalam kondisi perut kosong selama periode berpuasa.
  3. Hindari dan kurangi asupan makanan dan minuman yang mengandung toksin seperti makanan yang tinggi lemak jenuh (digoreng/ditumis) dan tinggi karbohidrat/gula (kue, roti, mie, cemilan/minuman manis lainnya)
  4. Penuhi asupan nutrisi pada makanan dan minuman yang dikonsumsi saat periode makan sebanyak mungkin, terutama apabila ada masalah kesehatan juga.

Baca juga: Ini Dia Gejala Maag Kambuh, Ada Yang Kamu Banget?

CARA MELAKUKAN INTERMITTENT FASTING

Berikut tata cara untuk melakukan Intermittent fasting:

  1. Tetapkan periode berpuasa dan periode makan sesuai kebutuhan dan kemampuan masing-masing, contoh umumnya antara lain:
    1. Periode Berpuasa (termasuk jam tidur) 13 Jam, Periode Makan 11 Jam.
    2. Periode Berpuasa (termasuk jam tidur) 16 Jam, Periode Makan 8 Jam.
    3. Periode Berpuasa (termasuk jam tidur) 20 Jam, Periode Makan 4 Jam.
  2. Selama Periode Berpuasa, kamu hanya boleh mengkonsumsi air mineral atau minuman lainnya yang tidak ada kalori-nya seperti kopi hitam pahit, teh tanpa gula, atau rempah-rempah tanpa tambahan gula/pemanis.
  3. Selama periode makan, kamu tidak perlu makan terus menerus. Makan saja sesuai kemampuan (sebelum kekenyangan) dan dapat dilanjutkan kembali makan di antara sisa waktu sebelum periode makan berakhir.

Baca juga: 7 Nutrisi Penting Yang Diperlukan Tubuh Setiap Hari

TIPS AGAR TERBIASA SAAT MENJALANI INTERMITTENT FASTING

  1. Mulailah dari periode berpuasa yang sedikit dahulu, dan mulailah jam berpuasanya di periode kamu lebih sedikit aktivitas (e.g. malam hari atau sebelum tidur).
  2. Penuhi asupan makanan saat periode makan dengan yang mengandung karbohidrat kompleks dan mikronutrisi (vitamin, mineral, phytonutrisi) seperti:
    1. Berbagai ragam sayur (sayur bayam, kol, selada, kale, brokoli, tomat, wortel, paprika).
    2. Berbagai ragam buah (buah semangka, apel, melon, pepaya, alpukat, pisang).
    3. Biji-bijian (nasi kongbap, granola, gandum, chia seed)
    4. Karbohidrat kompleks lainnya (nasi merah, nasi shirataki, sorghum, ubi, atau kentang dengan kulit)
  3. Konsumsi air mineral yang banyak (min. 2 liter/hari) agar dapat bantu menurunkan produksi asam lambung berlebih dan rasa craving.

Selain itu, kamu juga perlu ketahui penyakit penyakit yang tidak disarankan untuk melakukan Intermittent fasting.

Baca juga: 7 Cara Gampang Membersihkan Usus Kotor

PENYAKIT YANG TIDAK DIANJURKAN UNTUK MELAKUKAN INTERMITTENT FASTING

Kenapa penyakit penyakit dibawah ini tidak dianjurkan untuk melakukan Intermittent fasting?

  1. Maag, GERD, atau Refluks laringofaring yang gejala nya sedang kambuh atau berat karena akan semakin memperberat gejala saat Periode Berpuasa.
  2. Diare atau BAB Cair >5x dalam 1 hari karena tubuh sedang butuh banyak cairan dan nutrisi dengan cepat.
  3. Malnutrisi atau Underweight karena dikhawatirkan tubuh akan semakin kekurangan asupan nutrisi saat Periode Berpuasa.
  4. Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2 yang Berat (harus setiap saat menggunakan obat hormon insulin) karena akan semakin menurunkan kadar gula dalam darah saat periode berpuasa sehingga dapat berakibat lemas atau pingsan.
  5. Tumor/Kanker yang menjalankan kemoterapi rutin karena khawatir akan terjadi pengurangan kandungan nutrisi dalam tubuh dengan cepat (Kecuali Periode Berpuasa-nya tidak terlalu lama, seperti 12-13 Jam saja).
  6. Penyakit-penyakit lainnya yang membutuhkan minum obat secara rutin (tiap 3-6 jam sekali setiap hari), terutama obat yang harus diminum setelah makan.
  7. Penyakit-penyakit lainnya yang sangat membutuhkan pengawasan nutrisi yang ketat oleh dokter.

Selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan Dokter perawatan kamu sebelum memulai Intermittent Fasting.

Baca juga: Perbedaan Maag dan GERD

HASIL SETELAH RUTIN DETOX 1 HARI SETIAP MINGGU

Baca cerita Widia Prita yang kena kista payudara karena pola makan yang sembarangan dan memutuskan untuk mulai fasting dengan metode Detox.

Baca cerita Widia Prita yang kena kista payudara karena pola makan yang sembarangan dan memutuskan untuk mulai fasting dengan metode Detox.

 

  1. Brooks F.P. 1985. Effect of diet on gastric secretion. The American Journal of Clinical Nutrition. DOI: 10.1093/ajcn/42.5.1006
  2. Newberry C. dan Lynch K. 2019. The role of diet in the development and management of gastroesophageal reflux disease: why we feel the burn. Journal of thoracic disease. DOI: 10.21037/jtd.2019.06.42
  3. Lee S., et. al. 2017. Effect of different cooking methods on the content of vitamins and true retention in selected vegetables. Food science and biotechnology. DOI: 10.1007/s10068-017-0281-1
  4. Yuan G. F., et. al. 2009. Effects of different cooking methods on health-promoting compounds of broccoli. Journal of Zhejiang University. Science. DOI: 10.1631/jzus.B0920051
  5. Bastías J. M., et. al. 2017. Determining the effect of different cooking methods on the nutritional composition of salmon (Salmo salar) and chilean jack mackerel (Trachurus murphyi) fillets. PloS one. DOI: 10.1371/journal.pone.0180993
WRITTEN BY
Content Writer yang sudah sudah menerbitkan 3 buku best-seller sejak 2018 dan selalu meneliti tentang pentingnya hidup sehat dan nutrisi untuk memberi manfaat ke masyarakat luas bersama Naked Press.
MORE ABOUT WRITER

Share:

Beli Sekarang

Detox Level Satu
Detox Level Satu Untuk yang tidak ada Maag Rp 320.000,-
- +
Detox Level Maag
Detox Level Maag Aman untuk Maag, GERD, Anxiety, & LPR Rp 320.000,-
- +