Ciri Ciri Penyakit Asam Lambung Yang Perlu Kamu Ketahui!

Mon, 18 May 2020 · Oleh : Valerie Patkar
Ciri Ciri Penyakit Asam Lambung Yang Perlu Kamu Ketahui!

Seperti yang kita tau, asam lambung bisa terjadi karena produksi asam lambung yang terlalu berlebihan yang dapat merusak kondisi dan fungsi lambung.

Ada berbagai macam penyakit asam lambung, tapi yang paling sering dirasakan kebanyakan orang adalah GERD dan Maag.

Maag adalah radang lambung berupa kerusakan dinding akibat dari produksi asam lambung dan reaksi peradangan yang berlebihan.

Sedangkan, Gastroesophageal Reflux Diseas (GERD) adalah asam lambu­­ng yang naik sampai ke kerongkongan (re-flux) disebabkan katup lambung tidak berfungsi optimal. 

KENAPA BISA TERKENA PENYAKIT ASAM LAMBUNG?

Umumnya penyakit asam lambung terjadi karena:

  1. Produksi asam lambung yang berlebihan.
  2. Kerusakan lapisan pelindung lambung.
  3. Peningkatan aktivitas bakteri jahat lambung.

CIRI CIRI PENYAKIT ASAM LAMBUNG

Ketahui juga ciri ciri dari penyakit asam lambung itu sendiri, antara lain :

  1. Sering sendawa dan kembung, terutama setelah makan.
  2. Sering merasakan sakit di ulu hati.
  3. Sering mual dan terkadang hingga muntah.
  4. Terkadang terasa pedas atau asam di lidah dan tenggorokan setelah muntah atau bersendawa.
  5. Apabila sedang stress sedikit, langsung terasa sakit di ulu hati.

CARA MENCEGAH TERJADINYA PENYAKIT ASAM LAMBUNG

  1. Buat jadwal makan menjadi teratur sehingga tubuh bisa memproduksi asam lambung secara seimbang.
  2. Kurangi frekuensi makan atau ngemil karena semakin sering makan, semakin sering juga asam lambung yang harus diproduksi untuk mencerna makanan tersebut.
  3. Mengurangi asupan makanan yang tinggi lemak jenuh dan gula berlebih untuk menahan produksi asam lambung yang tinggi.
  4. Makan secara perlahan dan setelah selesai duduk 10-15 menit dahulu agar tidak meningkatkan tekanan dalam lambung dan meningkatkan produksi asam lambung.
  5. Meningkatkan asupan berbagai sayur dan buah untuk menyeimbangkan asam lambung dan meningkatkan kekuatan lapisan pelindung lambung.

MAKANAN DAN MINUMAN YANG DAPAT MEMICU TERJADINYA PENYAKIT ASAM LAMBUNG

Selain cara mencegah, kamu juga harus memperhatikan apa saja makanan dan minuman yang harus dihindari.

  1. Makanan tinggi karbohidrat sederhana dan gula: (eg Nasi putih, tepung terigu, mie, roti, sereal, susu, kue, cupcake)
  2. Makanan tinggi lemak jenuh, protein tetap sangat rendah serat: (eg Daging sapi, kambing, ayam, bebek, jeroan (usus hati ampela), sosis, nugget, ham)
  3. Minuman yang mengandung kafein: (eg Kopi, teh, soda, dan minuman berenergi dengan tambahan kafein)
  4. Minuman yang mengandung tambahan gula atau pemanis buatan: (eg sirup, soda, minuman kemasan atau minuman lainnya yang ditambah gula lagi)

MAKANAN DAN MINUMAN YANG AMAN UNTUK PENDERITA PENYAKIT ASAM LAMBUNG

Ada juga makanan yang baik dan aman dikonsumsi untuk penderita penyakit asam lambung, antara lain :

    1. Beragam sayuran yang tinggi Phytonutrisi, mineral, karbohidrat kompleks dan serat -> seperti Bayam, selada, mentimun, kailan tomat, paprika merah-kuning-hijau, labu, dan wortel.
    2. Beragam buah yang sudah memiliki gula alami, ditambah antioksidan, vitamin, dan mineral yang tinggi -> seperti Semangka, apel, lemon, pepaya, pisang.
    3. Biji-bijian yang mengandung Serat Larut Air yang tinggi dan Lemak Sehat -> Chia seed, granola, flax seed.
    4. Kacang-kacangan karena tinggi protein dan lemak sehat -> seperti Mede, almond, kedelai, kacang merah, kacang hijau.
    5. Ikan laut yang tinggi protein dan lemak sehat -> seperti Kakap, cakalang, tuna, salmon atau Ikan tawar seperti patin, gabus.
    6. Rutin Detox 1 hari setiap minggu.

KENAPA PERLU RUTIN DETOX UNTUK MENGATASI PENYAKIT ASAM LAMBUNG?

Untuk mengatasi penyakit asam lambung dengan efektif, Tim Riset Naked Press telah memformulasikan paket Detox Maag.

Rutin Detox dengan Paket Detox Maag 1 hari setiap minggu sangat membantu mengurangi gejala asam lambung dengan cara:

  1. Metode puasa makan padat dapat menghentikan masuknya makanan yang merusak lambung dan memberikan waktu dan energi lebih banyak untuk lambung menyembuhan diri sendiri secara alami dan cepat.
  2. Nutrisi sayur buah dalam Paket Detox memberikan bahan bakar untuk lebih menyeimbangkan asam lambung sekaligus meningkatkan kekuatan lapisan pelindung lambung.
  3. Phytonutrisi yang banyak dari sayur buah dalam Paket Detox menahan produksi asam lambung yang berlebihan sekaligus mempercepat proses penyembuhan lambung.
  4. Serat larut air yang banyak membantu melarutkan dan menetralkan asam lambung yang sudah tinggi sebelumnya.
  5. Gula alami dari buah dalam Paket Detox menjaga produksi asam lambung tetap seimbang dan aktivitas bakteri jahat tetap minimal.
  6. Antioksidan yang beragam menurunkan kondisi peradangan di lambung sekaligus melindungi lambung dari tambahan kerusakan yang dapat terjadi.

HASIL SETELAH RUTIN DETOX 1 HARI SETIAP MINGGU

Peppie erica berhasil sembuh dari Maag setelah rutin Detox Maag 1 hari setiap minggu

  1. Graves N. C. 2013. Acute Gastroenteritis. Primary Care: Clinics in Office Practice. DOI: 10.1016/j.pop.2013.05.006
  2. Sipponen P. And Maaroos H. 2015. Chronic Gastritis. Scandinavian Journal of Gastroenterology. DOI: 10.3109/00365521.2015.1019918
  3. Watari J. 2014. Helicobacter pylori Associated Chronic Gastritis, Clinical Syndromes, Precancerous Lesions, and Pathogenesis of Gastric Cancer Development. World Journal of Gastroenterology. DOI: 10.3748/wjg.v20.i18.5461
  4. Varbanova M., et. al. 2014. Chronic Gastritis - an Update. Best Practice and Research Clinical Gastroenterology. DOI: 10.1016/j.bpg.2014.10.005
  5. Watzl B. 2008. Anti-inflammatory effects of plant-based foods and of their constituents. International Journal for Vitamin and Nutrition Research. DOI: 10.1024/0300-9831.78.6.293
  6. Abourashed E. A. 2013. Bioavailability of Plant-Derived Antioxidants. Antioxidants. DOI: 10.3390/antiox2040309
  7. Schaefer B. A., et. al. 2012. Cancer and Related Case Studies Involving Salvestrol and CYP1B1. Journal of Orthomolecular Medicine, 27(3).
  8. Minalyan A., et. al. 2017. Autoimmune Atrophic Gastritis: Current Perspectives. Clinical and Experimental Gastroenterology. DOI: 10.2147/CEG.S109123
  9. Khodarahmi M. And Azadbakht L. 2016. Dietary Fat Intake and Functional Dyspepsia. Advanced Biomedical Research. DOI: 10.4103/2277-9175.180988
  10. Ruiz-Ojeda F. J., et. al. 2019. Effects of Sweeteners on the Gut Microbiota: a Review of Experimental Studies and Clinical Trials. Advance Nutrition. DOI: 10.1093/advances/nmy037
  11. Di Lorenzo C., et. al. 2016. Evaluation of the Anti-Inflammatory Activity of Raisins (Vitis vinifera L.) in Human Gastric Epithelial Cells: a Comparative Study. International Journal of Molecular Sciences. DOI: 10.3390/ijms17071156
  12. Surdea-Blaga T., et. al. 2017. Food and Gatroesophageal Reflux Disease. Current Medicinal Chemistry. DOI: 10.2174/0929867324666170515123807
  13. Fujiwara Y., et. al. 2005. Association Between Dinner-to-Bed Time and Gastro-Esophageal Reflux Disease. American Journal of Gastroenterology. DOI: 10.1111/j.1572-0241.2005.00354.x
  14. Graves N. C. 2013. Acute Gastroenteritis. Primary Care: Clinics in Office Practice. DOI: 10.1016/j.pop.2013.05.006
  15. Çela L., et. al. 2013. Lifestyle Characteristics and Gastroesophageal Reflux Disease: a Population-Based Study in Albania. Gastroenterology Research and Practice. DOI: 10.1155/2013/936792
  16. Mard S. E., et. al. 2014. Dietary Factors in Relation to Helicobacter pylori Infection. Gastroenterology Research and Practice. DOI: 10.1155/2014/826910
  17. Rastelli M., et. al. 2018. Gut Microbes and Health: a Focus on the Mechanisms Linking Microbes, Obesity, and Related Disorders. Obesity. DOI: 10.1002/oby.22175
  18. Henning S. M., et. al. 2016. Health Benefit of Vegetable/Fruit Juice-Based Diet: Role of Microbiome. Scientific Reports. DOI: 10.1038/s41598-017-02200-6
  19. Slavin J. L. And Lloyd B. 2012. Health Benefits of Fruits and Vegetables. Advance Nutrition. DOI: 10.3945/an.112.002154.
  20. Sipponen P. And Maaroos H. 2015. Chronic Gastritis. Scandinavian Journal of Gastroenterology. DOI: 10.3109/00365521.2015.1019918
  21. Wirth H. And Yang M. 2016. Different Pathophysiology of Gastritis in East and West? A Western Perspective. Inflammatory Intestinal Diseases. DOI: 10.1159/000446300
  22. Singh R. K., et. al. 2017. Influence of Diet on the Gut Microbiome and Implications for Human Health. Journal of Translational Medicine. DOI: 10.1186/s12967-017-1175-y
  23. Lim S., et. al. 2013. Irregular Meal Timing is Associated with Helicobacter pylori Infection and Gastritis. ISRN Nutrition. DOI: 10.5402/2013/714970
  24. Wang Y. 2014. Medicinal Plant Activity on Helicobacter pylori Related Disease. World Journal of Gastroenterology. DOI: 10.3748/wjg.v20.i30.10368
  25. Watari J. 2014. Helicobacter pylori Associated Chronic Gastritis, Clinical Syndromes, Precancerous Lesions, and Pathogenesis of Gastric Cancer Development. World Journal of Gastroenterology. DOI: 10.3748/wjg.v20.i18.5461
  26. Varbanova M., et. al. 2014. Chronic Gastritis - an Update. Best Practice and Research Clinical Gastroenterology. DOI: 10.1016/j.bpg.2014.10.005
  27. Clemens R., et. al. 2015. Squeezing Fact from Fiction about 100% Fruit Juice. Advance Nutrition. DOI: 10.3945/an.114.007328
  28. Valdes A. M., et. al. 2018. Role of the Gut Microbiota in Nutrition and Health. BMJ Clinical Research. DOI: 10.1136/bmj.k2179
DITULIS OLEH
Content Writer yang sudah sudah menerbitkan 3 buku best-seller sejak 2018 dan selalu meneliti tentang pentingnya hidup sehat dan nutrisi untuk memberi manfaat ke masyarakat luas bersama Naked Press.
SELENGKAPNYA

Share:

Beli Sekarang

Detox Level Satu
Detox Level Satu Untuk yang tidak ada Maag IDR 320.000,-
- +
Detox Level Maag
Detox Level Maag Aman untuk Maag, GERD, Anemia IDR 320.000,-
- +