Detox Untuk Jerawat

Tue, 21 Jan 2020 · Oleh : Valerie Patkar
Detox Untuk Jerawat

Jerawat adalah sebuah reaksi peradangan yang muncul di permukaan kulit. Peradangan ini terjadi akibat adanya kuman, kotoran, atau partikel yang menyumbat pori-pori kulit dan dianggap oleh sistem imun kulit mengganggu keseimbangan kulit.

BAGAIMANA JERAWAT BISA MUNCUL?

Secara sederhana, jerawat timbul diakibatkan 5 faktor ini:

  1. Produksi Sebum yang berlebihan.
  2. Proses keratinisasi (pelepasan dan penumpukan sel kulit mati) yang terlalu tinggi.
  3. Proses Inflamasi (reaksi radang dari sistem imun) yang terlalu tinggi.
  4. Populasi bakteri di kulit yang terlalu tinggi.
  5. Proses regenerasi sel kulit yang terlalu rendah.

Proses jerawat bisa muncul adalah sebagai berikut:

  1. Terjadi peningkatan produksi sebum yang membuat kulit semakin lembab atau berminyak apabila kita lihat secara langsung. Bayangin seperti permukaan sponge yang dilapisi minyak.
  2. Peningkatan sebum di kulit menyebabkan kotoran, kuman, ataupun partikel kecil seperti sel kulit yang mati tertahan di pori-pori wajah. Sebum juga merupakan tempat berkembang biak yang disukai bakteri bernama Cutibacterium acnes yang paling sering ditemukan tinggi di bagian yang jerawatan.
  3. Apabila kulit lagi banyak-banyaknya melepaskan sel kulit yang mati, makin banyak yang mudah menumpuk di pori-pori akibat sebum yang banyak membuat sel kulit mati saling menempel.
  4. Penyumbatan pori-pori tersebut menyebabkan ada benjolan yang sering kita sebut komedo, baik yang warna putih (white head) ataupun hitam (black head).
  5. Tingginya aktivitas bakteri, penumpukan sel kulit mati, dan tersumbatnya pori-pori membuat sistem imun datang dan melakukan proses pembersihan.
  6. Selama proses pembersihan, beberapa senjata sistem imun ada yang ikut merusak sel kulit normal dan sekitarnya. 
  7. Saat kemampuan regenerasi kulit cukup lambat, proses pembersihan akan berlangsung lama, semakin banyak sel kulit normal yang rusak dan menimbulkan sebuah reaksi peradangan yaitu bengkak dan kemerahan pada benjolan.
  8. Semakin lama prosesnya berlangsung, akan semakin besar benjolannya dan tertumpuk sebuah pus (cairan hasil perang sistem imun, bakteri dan sel kulit mati) di dalam benjolan. Kita bisa lihat saat jerawat bengkak dan ada warna putih di tengahnya yang biasa kita sebut ada mata di jerawat.
  9. Apabila pus ini pecah dari benjolan, dan melebar ke jaringan sekitarnya, benjolan jerawat tadi akan semakin bengkak dan menimbulkan rasa sakit karena reaksi peradangannya meluas hingga terkena saraf-saraf di sekitar kulit. Kondisi ini biasanya disebut dengan jerawat batu.

Dari proses tersebut, jerawat punya 4 tahapan atau tipe, yaitu:

  • Whiteheads: Komedo berwarna putih yang kita liat itu adalah jerawat tahap awal yang sudah tersumbat pori-porinya tapi masih tertahan didalam lapisan kulit.
  • Blackheads: Komedo berwarna hitam yang kita liat itu adalah jerawat Whiteheads yang sumbatannya menembus keluar lapisan kulit. Terkena udara dan warnanya berubah menjadi hitam.
  • Papule & Pustule: Komedo tadi jadi bengkak dan merah, serta biasanya ada titik putih di tengah yang biasa kita sebut "mata" di jerawat. Ini sebenarnya udah tahap lanjutan dari jerawat yang sumbatannya sudah terjadi peradangan cukup parah di bawah kulit.
  • Cyst: Ini yang biasa disebut jerawat batu. Sumbatan dan peradangannya pecah dan menyebar ke jaringan sekitar dari lokasi jerawat yang awal. Terasa sakit juga karena sudah menyentuh saraf-saraf di kulit.

APA YANG MEMICU 5 FAKTOR JERAWAT MUNCUL

Kelima faktor yang bikin jerawat timbul dipengaruhi oleh:

  1. Hormon Testosteron dan Insulin.
    1. Hormon Insulin yang tinggi akan meningkatkan kadar testosteron yang mengakibatkan peningkatan produksi Sebum.
    2. Hormon Insulin meningkat akibat konsumsi makronutrisi (karbohidrat, protein, lemak) yang terlalu berlebihan sehingga banyak yang diubah menjadi Gula dan Sel Lemak di tubuh.
    3. Hormon Insulin dapat meningkat lebih cepat lagi akibat konsumsi makanan dan minuman yang mengandung tambahan gula, baik gula pasir biasa ataupun gula tambahan seperti gula aren, gula batu, gula stevia, dsj.
    4. Selain dari Hormon Insulin, hormon testosteron meningkat akibat dari masa pubertas, oleh karena itu pada saat remaja, pria dan wanita, akan menunjukkan gejala jerawat yang lebih sering.
    5. Hormon testosteron juga bisa meningkat akibat dari konsumsi lemak yang tidak sehat seperti dari gorengan, protein hewani yang diproses dengan suhu panas tinggi (digoreng, dibakar, ditumis) karena mengandung lebih banyak lemak teroksidasi.
    6. Buat Pria, jangan senang dengan hormon testosteron yang tinggi ini karena hormon testosteron ini akan segera diubah menjadi senyawa kimia yang lain yang membuat produksi sebum meningkat.
  2. Bakteri Usus.
    1. Bakteri usus mempengaruhi proses pembentukan jerawat melalui 3 arah.
    2. Pertama, bakteri usus ikut memproduksi senyawa kimia yang ikut mempengaruhi tinggi-rendahnya hormon insulin dan testosteron. Semakin banyak bakteri jahat, semakin tinggi senyawa kimia yang bikin tinggi hormon insulin di tubuh.
    3. Kedua, bakteri usus ikut mempengaruhi aktivitas dari sistem imun diseluruh tubuh. Apabila bakteri usus yang jahat terlalu banyak, aktivitas sistem imun dan reaksi peradangan yang bisa terjadi di seluruh tubuh akan terjadi terlalu tinggi.
    4. Aktivitas sistem imun dan reaksi peradangan yang terlalu tinggi dapat memudahkan gejala jerawat muncul dan membuatnya lama untuk hilang.
    5. Ketiga, bakteri usus baik memproduksi senyawa kimia yang meningkatkan kemampuan regenerasi sel di seluruh tubuh. Hal ini membuat regenerasi sel kulit juga ikut meningkat.
    6. Keseimbangan bakteri usus sangat diatur oleh menu makanan sehari-hari yang dikonsumsi. Makin tinggi karbohidrat, gula, dan lemak tidak sehat membuat bakteri usus jahat meningkat populasinya. Makin tinggi serat, phytonutrisi dan lemak sehat membuat bakteri usus baik meningkat populasinya.
  3. Kuman, Kotoran, dan Hal lain yang menyumbat pori-pori di Kulit.
    1. Kuman dan kotoran di kulit tidak mempengaruhi secara langsung produksi sebum tetapi lebih mempengaruhi timbulnya jerawat dari sisi penumpukan di pori-pori kulit.
    2. Saat produksi sebum yang tinggi, kuman dan kotoran akan lebih mudah menumpuk dan menutup pori-pori kulit.
    3. Terutama kuman Cutibacterium acnes sangat menyukai kondisi sebum yang tinggi akhirnya bisa berpopulasi dengan mudah.
    4. Saat populasi kuman yang tinggi di suatu pori-pori, membuat mudah tersumbat dan meningkatkan reaksi peradangan di lokasi tersebut.
    5. Begitu juga dengan kotoran yang menumpuk akan membuat pori-pori tersumbat dan meningkatkan reaksi peradangan di lokasi tersebut.
    6. Selain kotoran, hal-hal lain yang menutupi kulit dalam waktu cukup lama juga bisa membuat jerawat timbul dengan mudah seperti:
      1. Masker wajah, seperti masker medis, masker anti asap, ataupun masker untuk pengendara motor. Pada bagian-bagian yang melekat pada wajah, di lokasi tersebut ada pori-pori yang tertutup. Kotoran yang menempel pada masker, juga bisa menutup pori-pori wajah.
      2. Make up seperti foundation, cream BB, dan sejenisnya akan menutupi sebagian pori-pori wajah. Kotoran juga lebih mudah menempel di make up. Apabila ditambah dengan produksi sebum yang lagi meningkat, maka sangat mudah jerawat timbul.
      3. Helm juga bisa membuat jerawat timbul. Pada bagian tertentu yang sangat menempel di wajah, bagian tersebut akan kontak langsung dengan pori-pori wajah. Apabila helm tersebut kotor, maka dengan mudah kotorannya menumpuk dan menyumbat pori-pori wajah.
      4. Baju atau celana ketat dan kedap air juga bisa membuat jerawat timbul dan susah hilang. Biasanya baju olahraga yang ketat. Prosesnya serupa yaitu ketatnya bahan baju membuat pori-pori lebih tersumbat. Ditambah bahannya yang kedap air, membuat keringat dan sebum berkumpul dan semakin menyumbat pori-pori.
  4. Kandungan nutrisi makanan dan minuman.
    1. Kadar makronutrisi yang dikonsumsi secara berlebihan akan meningkatkan hormon insulin. Hal ini akan meningkatkan hormon testosteron dan mengakibatkan produksi sebum juga semakin tinggi.
    2. Konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan, seperti minuman kemasan, kopi/teh susu kemasan, bubble tea, dan sejenisnya dapat meningkatkan hormon insulin lebih tinggi lebih cepat lagi.
    3. Konsumsi lemak tidak sehat seperti di protein hewani yang diproses dengan suhu tinggi (digoreng, dibakar, ditumis) atau cemilan seperti gorengan dapat membuat produksi sebum lebih tinggi lagi.
    4. Rendahnya konsumsi sayur dan buah segar yang beragam membuat kemampuan regenerasi sel tubuh melambat bahkan pada kasus tertentu berhenti. Hal ini membuat jerawat susah hilang.
    5. Kandungan yang paling dibutuhkan tubuh untuk meningkatkan kembali kemampuan regenerasi sel adalah mikronutrisi (vitamin, mineral, dan phytonutrisi) dibandingkan makronutrisi.

KENAPA NUTRISI BISA MENGATASI JERAWAT?

Pengobatan jerawat hanya dengan obat-obatan kulit saja tidak dapat secara tuntas dan permanen mengatasi jerawat karena kelima faktor pemicu jerawat muncul harus diatasi sendiri oleh tubuh secara tuntas melalui perbaikan pola makan dan kandungan nutrisi.

Dengan perbaikan pola makan dan nutrisi, tubuh akan melakukan perbaikan secara sendirinya sehingga secara alami dan permanen jerawat akan teratasi dengan sendirinya.

Nutrisi yang bermanfaat untuk tubuh dalam mengatasi jerawatan antara lain:

  1. Karbohidrat tinggi serat seperti nasi merah, sorghum, quinoa, roti gandum.
    1. Konsumsi karbohidrat yang tinggi serat membuat kadar insulin tidak terlalu tinggi terlalu cepat, sehingga menjaga produksi sebum tetap seimbang.
    2. Seratnya akan dikonsumsi oleh bakteri usus baik dan memberikan senyawa kimia untuk meningkatkan kemampuan regenerasi sel tubuh manusia.
    3. Serat juga memastikan keseimbangan bakteri usus tetap terjaga sehingga tidak memicu peningkatan aktivitas sistem imun dan reaksi peradangan terlalu tinggi.
  2. Lemak sehat seperti buah alpukat, buah olive, kacang mede, kacang almond, dan ikan laut.
    1. Lemak merupakan bahan baku utama untuk produksi hormon testosteron.
    2. Lemak sehat membantu menyeimbangkan kembali kadar testosteron di tubuh sehingga menyeimbangkan juga produksi sebum di kulit.
  3. Mikronutrisi seperti yang terdapat di Sayur dan Buah.
    1. Mikronutrisi seperti vitamin dan mineral merupakan bahan baku utama dalam banyak proses metabolisme di tubuh, termasuk proses regenerasi sel kulit.
    2. Vitamin A, B Kompleks, D, C dan E yang banyak dan alami di sayur dan buah mempercepat proses regenerasi sel kulit sekaligus menjaga sel kulit dari serangan radikal bebas. Penting untuk mengkonsumsi semua vitamin tersebut bersamaan untuk mencegah vitamin E rusak akibat radikal bebas juga.
    3. Ribuan phytonutrisi yang hanya terdapat di sayur dan buah memiliki efek yang luar biasa untuk kulit. Mulai dari menjaga keseimbangan sebum hingga mempercepat regenerasi sel kulit dan bekas jerawat.

Nutrisi-nutrisi diatas dapat dengan mudah dan murah kita dapatkan di makanan sehari-hari kita. Pastikan makanan yang dikonsumsi sehari-hari berisi:

    1. ½ Porsi Piring berisi Sayur dan Buah.
    2. ¼ Porsi Piring berisi karbohidrat tinggi serat seperti nasi merah, sorghum, atau quinoa.
    3. ¼ Porsi Piring berisi protein nabati atau hewani yang memiliki lemak sehat seperti tempe, tahu, kacang-kacangan, atau ikan laut.

HASIL SETELAH RUTIN DETOX 1 HARI SETIAP MINGGU

Klik gambar untuk baca testimoni pelanggan yang masalahnya teratasi karena Detox.

  1. Clemens R., et. al. 2015. Squeezing Fact from Fiction about 100% Fruit Juice. American Society for Nutrition Advance Nutrition. DOI: 10.3945/an.114.007328
  2. Pappas A. 2009. The relationship of diet and acne. Dermato-Endocrinology. DOI: 10.4161/derm.1.5.10192
  3. Kucharska A., et. al. 2016. Significance of diet in treated and untreated acne vulgaris. Advance Dermatology and Allergology. DOI: 10.5114/ada.2016.59146
  4. Huber R., et. al. 2003. Effects of One Week Juice Fasting on Lipid Metabolism: A Cohort Study in Healthy Subjects. Forsch Komplementärmed Klass Naturheilkd. DOI: 10.1159/000069901
  5. Reynolds RC., et. al. 2010. Effect of the Glycemic Index of Carbohydrates on Acne vulgaris. Nutrients. DOI: 10.3390/nu2101060
  6. Aydemir EH., et. al. 2013. Acne vulgaris. Turkish Pediatric Association. DOI: 10.5152/tpa.2014.1943
  7. Arora MK., et. al. 2011. Role of hormones in acne vulgaris. Clinical Biochemistry. DOI: 10.1016/j.clinbiochem.2011.06.984
  8. Tan AU., et. al. 2018. A review of diagnosis and treatment of acne in adult female patients. International Journal of Women's Dermatology. DOI: 10.1016/j.ijwd.2017.10.006
  9. Clark AK., et. al. 2017. Edible Plants and Their Influence on the Gut Microbiome and Acne. International Journal of Molecular Sciences. DOI: 10.3390/ijms18051070
  10. Salem I., et. al. 2018. The Gut Microbiome as a Major Regulator of the Gut-Skin Axis. Frontiers in Microbiology. DOI: 10.3389/fmicb.2018.01459
  11. Bowe WP. and Logan AC. 2011. Acne vulgaris, probiotics and the gut-brain-skin axis - back to the future. Bio Med Central Gut Pathogens. DOI: 10.1186/1757-4749-3-1
  12. Masterson KN. 2018. Acne Basics Pathophysiology, Assessment, and Standard Treatment Options. Journal of the Dermatology Nurses' Association. DOI: 10.1097/JDN.0000000000000361
  13. Toyoda M. and Morohashi M. 2001. Pathogenesis of acne. Medical Electron Microscopy. DOI: 10.1007/s007950100002
  14. Lee YB., et. al. 2019. Potential Role of the Microbiome in Acne: A Comprehensive Review. Journal of Clinical Medicine. DOI: 10.3390/jcm8070987
WRITTEN BY
Content Writer yang sudah sudah menerbitkan 3 buku best-seller sejak 2018 dan selalu meneliti tentang pentingnya hidup sehat dan nutrisi untuk memberi manfaat ke masyarakat luas bersama Naked Press.
MORE ABOUT WRITER

Share:

Beli Sekarang

Detox Level Satu
Detox Level Satu Untuk yang tidak ada Maag Rp 320.000,-
- +