Apa yang perlu kamu ketahui tentang Overweight saat ke Dokter

Wed, 22 Jan 2020 · Oleh : Valerie Patkar
Apa yang perlu kamu ketahui tentang Overweight saat ke Dokter

Untuk mengetahui berat badan kamu overweight atau tidak, gunakan rumus dibawah ini:


Saat kamu dapatkan hasilnya, cek kategori dibawah ini kamu masuk dimana:


Hasil Perhitungan

Kategori

< 18.5

overweight (Berat Badan Kurang)

18.5-22.9

Normal (Berat Badan Ideal)

>22.9

Overweight atau lebih


Kondisi overweight dapat disebabkan berbagai macam hal, termasuk ketidakseimbangan hormonal, gangguan metabolisme tubuh, gangguan liver, atau infeksi kronis.

Apabila kamu memutuskan ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut, maka siapkan informasi dibawah ini untuk dijelaskan kepada dokter:

  1. Sejak kapan kamu overweight.
  2. Ada kondisi apa yang kamu ingat berubah dari sebelum dan sesudah overweight, seperti pola kerja berubah, baru memulai diet baru, pindah ke daerah baru, dsb.
  3. Obat, suplemen, jamu, ataupun jenis makanan tambahan lainnya yang mulai dari sebelum overweight dan saat ini sedang kamu konsumsi.
  4. Menu makanan dari pagi hingga malam yang sehari-hari dikonsumsi, lengkap sampai ke perkiraan porsinya.
  5. Aktivitas fisik yang setiap hari dilakukan, mulai dari sekedar membersihkan rumah hingga olahraga.
  6. Apakah dalam 1 tahun hingga 3 bulan terakhir kamu ada gejala batuk, pilek, sesak nafas, perut kembung, sakit perut, diare, atau demam yang tak kunjung hilang.

Perlu ingat! Mayoritas orang menganggap apa yang dimakan sehari-hari “biasa aja”, atau “gak ada yang sembarang”, atau “gak ada yang jelek”.

Konsep menu makanan kamu bisa sangat berbeda dengan konsep menu makanan yang dipahami dokter.

Jadi supaya analisa dokter lebih tepat, jelaskan dengan detail menu makanan yang rutin kamu makan.

Buat catatan kira-kira dalam seminggu ini kamu makan apa saja, setiap harinya, akan lebih memudahkan kamu dalam menjelaskan dan dokter dalam menganalisanya.

Setelah itu, kamu akan dilakukan pemeriksaan fisik kembali, diantaranya:

  1. Tinggi Badan
  2. Berat Badan
  3. Berat Badan tanpa lemak.
  4. Berat Badan dengan lemak.
  5. Elastisitas dan kelembapan kulit.
  6. Kondisi Mata dan sekitarnya.
  7. Tergantung apakah ada tanda infeksi, dokter akan memeriksa lokasi-lokasi spesifik lainnya

Apabila dokter sudah menemukan perkiraan penyebab dari overweight kamu, dan tergantung penyebabnya.

Kemungkinan dokter akan meminta kamu untuk melakukan pemeriksaan laboratorium atau radiologi antara lain:

    1. Haematology Lengkap.
    2. Laju Endap Darah atau C-Reactive Protein.
    3. Hormon Tiroid, Estrogen, Testosterone, Progesteron, dan Insulin.
    4. Kadar Gula Darah.
    5. Kadar Kolesterol Total, LDL, HDL, dan Trigliserida.
    6. USG Whole Abdomen.
    7. Foto Rontgen Dada.

Pemeriksaan diatas belum termasuk pemeriksaan lainnya dan sangat tergantung temuan dokter atas penyebab kondisi overweight kamu.

  1. Dains J. E., et. al. 2016. Advanced Health Assessment and Clinical Diagnosis in Primary Care Fifth Edition. Elsevier: China.
  2. Papadakis M. A. and McPhee S. J. 2019. 2020 Current Medical Diagnosis & Treatment. McGraw-Hill Education: USA.
  3. Japp A. G. and Robertson C. 2018. Macleod’s Clinical Diagnosis Second Edition. Elsevier: Poland.
WRITTEN BY
Content Writer yang sudah sudah menerbitkan 3 buku best-seller sejak 2018 dan selalu meneliti tentang pentingnya hidup sehat dan nutrisi untuk memberi manfaat ke masyarakat luas bersama Naked Press.
MORE ABOUT WRITER

Share:

Beli Sekarang

Detox Level Satu
Detox Level Satu Untuk yang tidak ada Maag Rp 320.000,-
- +
Detox Level Maag
Detox Level Maag Aman untuk Maag, GERD, Anxiety, & LPR Rp 320.000,-
- +