Aku Dewi Kusuma, aku co-founder Naked Press, #KarenaDetoxAku jadi jatuh cinta dengan sayur dan tidak takut tua; karena makan sayur buah yang rutin bisa mencegah penuaan dini.

Dewi Kusuma, Founder Naked Press berbagi perjalanan sehatnya. Sejak kecil sampai tiga tahun lalu, Dewi tidak suka makan sayur karena keluarga dan lingkungan sekitarnya juga tidak suka. Namun, setelah masalah kesehatan datang,  mulai dari ambeien, gampang sakit, mudah lelah, kulit kering, rambut rontok, hingga berat badan yang naik terus, Dewi jadi sadar akan pentingnya sayur buah untuk kesehatan tubuh.

Apa masalah kesehatan yang sering dialami dulu?

“Dulu aku sering sakit. Tiap bulan pasti selalu ada izin sakit. Belum lagi, kalau lagi menstruasi, perut jadi sakit banget dan harus pakai pain killer, bahkan sampai ada acara pingsan di WC. Aku pikir  itu karena faktor genetik , tapi ternyata bukan.” 

Apa yang membuat kamu akhirnya memutuskan untuk suka dan makan sayur?

“Karena sering sakit-sakitan dan kondisi tubuhku yang lemah, aku jadi berpikir, kalau di umur 30 tahun sudah begini, umur 40, 50, dan seterusnya bagaimana? Makanya, aku riset dan membaca banyak buku nutrisi dan olahraga. Ternyata, kuncinya itu rajin olahraga dan konsumsi sayur.

Nah, waktu itu aku udah rajin olahraga. Tapi makan sayurnya ini gimana ya?  Akhirnya ketemu deh cara konsumsi sayur yang nggak bikin sengsara. Justru sebaliknya, konsumsi sayur jadi menyenangkan dan enak banget. Caranya, dengan Detox menggunakan Cold-Pressed Juice.”

Apa sih yang membedakan Detox dengan Cold-Pressed Juice dan Detox dengan cara lain?

“Yang membedakan Detox dengan Cold-Pressed Juice dengan Detox cara lain adalah bahan-bahan yang digunakan, sayur mentah masih segar. Cold-Pressed Juice juga mencampur sayur dengan buah-buah pilihan sehingga rasanya jadi manis dan enak.

Setelah mencari superfood dari sayur dan buah mana saja yang dibutuhkan tubuh untuk memenuhi nutrisi, aku akhirnya dicari ramuan jus yang tepat supaya enak dan bisa dikonsumsi oleh siapa saja  – mulai dari yang sudah suka sayur, sampai yang anti banget sama sayur.

Karena Detox itu harus dilakukan dengan rutin, makanya rasa jus harus enak dan ngangenin supaya semua orang bisa terus melakukan Detox setiap minggu atau setiap bulan.”

Kenapa akhirnya memutuskan untuk mendirikan Naked Press?

Karena aku concern terhadap kesehatan orang-orang di sekitarnya untuk mengajak mereka mulai hidup sehat dengan cara yang mudah dan menyenangkan lewat Detox, dari sanalah terbentuk Naked Press. Badan WHO menjelaskan rasio sayur buah yang kita butuh adalah 3/4 sayur dan 1/4 buah, makanya jus yang dibuat Naked lebih banyak sayur daripada buah.

Apa yang kamu rasakan setelah rajin Detox?

“Karena Detox, aku jadi jauh lebih happy. Semua kekhawatiranku tentang kondisi kesehatanku di masa mendatang hilang karena sekarang aku merasa jauh lebih fit dan semua masalah kesehatanku dulu hilang. Dulu aku sering sakit-sakitan, sekarang udah nggak. Dulu waktu menstruasi, perutku sakit banget, sekarang juga udah nggak. Dan sekarang, kulitku jauh lebih glowing dibanding dulu.”

#DenganDetox Dewi Kusuma bisa menyelesaikan semua masalah kesehatannya dan jauh lebih happy dalam menjalani hidupnya. Makanya, Dewi mengajak semua Naked Addicts untuk mulai #DenganDetox !

Di tahun baru ini, Naked akan berbagi cerita sukses dan pengalaman sehat beberapa Naked Addicts luar biasa yang sudah mengubah hidupnya #DenganDetox lewat #KarenaDetoxAku.

Dewi Kusuma sudah memulai hidup sehatnya #DenganDetox sekarang, kalau kamu kapan?

    DAFTAR ISI

    Cerita #KarenaDetoxAku

    Detox 101

    Disclaimer:
    Produk nakedpress.co bukanlah obat, melainkan jus perasan sayur buah segar tanpa bahan kimia dan pengawet. Selalu konsultasikan ke dokter apakah diperbolehkan berpuasa (detox) jika ragu dan memiliki kondisi medis tertentu yang tidak mungkin kami ketahui dengan jelas. Informasi yang disampaikan merupakan hasil riset internal tim nutrisi Naked Press berdasarkan berbagai sumber yang dikelola secara profesional dan dipadukan dengan testimoni pelanggan. Harap membaca artikel nakedpress.co dengan kritis dan penuh pertimbangan pribadi.

      Back to homepage